Senin 09 Desember 2019, 10:41 WIB

KAI-MRT Bentuk Usaha Patungan untuk Integrasi Transportasi

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
KAI-MRT Bentuk Usaha Patungan untuk Integrasi Transportasi

MI/Putri Anisa Yuliani
Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar (tengah) dan Dirut KAI Edi Sukmoro (kedua dari kanan) menandatangani perjanjian kerja sama

 

PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan penandatangan perjanjian pokok pembentukan perusahaan dalam rangka integrasi transportasi Jabodetabek. Penandatanganan disaksikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

Penandatanganan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo terkait pengelolaan moda transportasi di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dapat dilakukan oleh satu otoritas, yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kontrol pada struktur kepemilikan perusahaan pengelola moda transportasi akan dipegang oleh Pemprov DKI.

Karena itu, DKI menunjuk PT MRT Jakarta sebagai pihak pelaksana pengelolaan moda transportasi perkeretaapian Jabodetabek dengan membentuk badan usaha patungan. MRT bekerja sama dengan PT KAI akan membentuk perusahaan baru (New Co) sebagai joint venture vehicle integrasi transportasi Jadebotabek.

”Menggunakan infrastruktur yang telah dibangun, BUMN akan berkomitmen penuh untuk terus mendukung pengelolaan transportasi terintegrasi di DKI Jakarta. Seperti yang telah disetujui di dalam HoA, kerja sama PT KAI (Persero) dan PT MRT Jakarta melalui pembentukan New Co akan mematangkan konsep integrasi perkeretaapian dan sarana transportasi lainnya, serta mengembangkan potensi TOD di DKI Jakarta," kata Wakil Menteri BUMN yang karib disapa Tiko di Balai Kota DKI, Senin (9/12).

Baca juga: Tiket MRT bakal Terintegrasi Transjakarta, LRT, dan Jak Lingko

Tiko merencanakan New Co akan efektif terbentuk pada awal tahun depan sebagai wujud komitmen BUMN terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur dan konektivitas di daerah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menyampaikan pesan kunci selama dua tahun terakhir ini adalah Integrasi Transportasi Publik.

“Hari ini jadi awal dari sejarah baru masyarakat Jabodetabek. Impian untuk memiliki publik transportasi kelas dunia, sekelas kota-kota modern terkemuka dunia lainnya, insyaAllah akan segera terwujud. Bagi Jakarta, sarana transportasi publik yang terintegrasi dan efisien adalah kunci untuk bisa bersaing dengan kota lain di dunia. Hal ini sejalan dengan rencana Jakarta untuk menjadi pusat ekonomi, bisnis dan inovasi baik di Indonesia maupun di kawasan Asia,” ujar Anies.

Setelah penandatanganan perjanjian, masih terdapat tahapan pekerjaan yang harus diselesaikan hingga pembentukan New Co dapat terwujud.

“KAI setuju ini perlu dilakukan, agar pengelolaan transportasi di Jabodetabek lebih maksimal. Sehingga masyarakat semakin tertarik untuk menggunakan layanan moda transportasi massal,” ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro.

Selaras dengan KAI, kerja sama ini dipandang sebagai hal yang sangat penting dan strategis bagi perkembangan pengelolaan transportasi Jabodetabek. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar menyampaikan penandatanganan perjanjian ini menjadi tonggak penting pengelolaan transportasi perkotaan di Indonesia.

“MRT Jakarta akan segera bekerja bersama KAI untuk mewujudkan perusahaan patungan sesuai dengan tenggat waktu yang disepakati. Kami juga akan mulai menyiapkan rencana taktis dan strategis dalam rangka mewujudkan sistem transportasi umum kota yang terintegrasi dan berbasis pada pembangunan yang berorientasi transit (Transit-oriented Development)," ungkap William.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More