Senin 09 Desember 2019, 10:30 WIB

Wawan Kini Ditahan di Cipinang

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Wawan Kini Ditahan di Cipinang

MI/BARY FATHAHILAH
Terpidana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan Pemprov Banten Tubagus Chaeri Wardhana (rompi tahanan)

 

TERDAKWA kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan telah dipindahkan dari Rumah Tahanan (Rutan) POM AD Guntur, Jakarta Selatan. Kini Wawan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur.

"Pak Wawan sudah pindah ke Cipinang Jumat (6/12) siang," kata pengacara Wawan, Maqdir Ismail, Senin (9/12).

Wawan ditahan di Rutan Guntur atas rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu dititipkan di sana untuk keperluan sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat atas tiga kasus korupsi yang menjeratnya.

Wawan diduga telah mengatur pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui APBD dan APBN-Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2012. Kemudian pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD-P TA 2012.

Baca juga: Cegah Korupsi Semua Pihak Diminta Komit

Dua kasus tersebut diduga membuat negara rugi Rp94,3 miliar. Wawan juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai lebih dari Rp500 miliar.

Permohonan dipindahkan dari Rutan Guntur telah jauh-jauh hari disinggung Wawan melalui pengacaranya. Tepatnya saat pembacaan surat dakwaan Wawan pada 31 Oktober 2019.

Alasan permohonan pemindahan itu untuk melanjutkan pembinaan yang tengah dijalani adik eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu. Pasalnya, Wawan merupakan terpidana sejumlah kasus korupsi yang telah mendekam di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Selain itu, Wawan juga mengaku tidak betah dan waktu kunjungan di rutan tidak longgar seperti di lapas.

Terkait permohonan pemindahan itu, Maqdir mengaku telah memperoleh surat tembusan dari Ditjen PAS dan diteruskan ke KPK. Permohonan Wawan dikabulkan, dan dieksekusi ke Lapas Cipinang.

Dalam kasus ini, Wawan didakwa melakukan korupsi dengan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sedangkan dalam perkara TPPU, Wawan didakwa melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Kemudian ia turut didakwa melanggar Pasal 3 Ayat (1) huruf a, c dan g Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More