Senin 09 Desember 2019, 01:30 WIB

Produk Tani di Kampung Sempit

Ardi Teristi Hadi | Nusantara
Produk Tani di Kampung Sempit

MI/ARDI TERISTI HARDI
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (kanan) mencicipi penganan.

 

KAMPUNG sayur bukan ayam sayur. Di kampung yang berada di wilayah Kelurahan Bausasran, Kota Yogyakarta, itu, ada semangat ibu-ibu rumah tangga untuk membantu para suami.

Di Kampung Sayur, kaum perempuan menyulap lahan kosong dan gang sempit menjadi kebun sayur di dalam polybag. Mereka menanam bawang merah, sawi, terung, dan beragam cabai. “Kami menanam sejak 2012. Anggota kelompok kami bisa menghemat hingga Rp150 ribu per bulan karena tidak perlu membeli sayuran,” ujar Winaryati, pengelola Kampung Sayur.

Kini Kampung Sayur semakin dikenal luas. Banyak warga luar Bausasran ataupun Kota Yogyakarta datang. Mereka membeli hasil tanam­an dan bibit untuk ditanam di rumah masing-masing.

Winaryati dan teman-temannya mengaku bangga. “Sekarang, kami menanam tidak hanya sekadar hobi dan dinikmati sendiri. Kami juga telah menjadi media edukasi terkait semangat menanam sayur di perkotaan,” tandasnya.

Cerita dan semangat di Kampung Sayur itu sampai juga di telinga Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Kemarin, mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu menyempatkan diri berkunjung. “Semangat mereka besar. Walau di lahan sempit, mereka tetap bersemangat memecahkan persoalan kehidupan dan pangan. Tidak boleh mundur, ke depan harus lebih baik,” tandasnya.

Tidak hanya menyemangati dengan kata, Syahrul memberi bantuan tanaman buah dalam pot dan dana untuk memacu warga lebih semangat dan produktif.

Ekspor Japfa

Di Yogyakarta, Menteri Pertanian juga membuka Talk Show Pangan Lokal Berbasis UMKM di Titik Nol kota Yog-yakarta. Ia menyemangati pelaku UMKM dengan meng-a­kui bahwa keberadaan pangan lokal menjadi kekuatan bangsa. Untuk itu, masyarakat harus lebih cinta dan mengonsumsi pangan lokal.

“Mengembangkan pangan lokal berbasis UMKM merupakan langkah penting agar pangan lokal memiliki daya saing yang kuat,” tegasnya.

Kementerian Pertanian, lanjut dia, akan terus mengembangkan UMKM, terutama yang bergerak di sektor pertanian. Pemberdayaan UMKM meliputi diseminasi teknologi untuk mengefisiensikan pro­ses produksi dan mendekat­kan UMKM terhadap akses pasar. Kementerian juga membantu lewat kredit usaha rakyat kepada UMKM sektor pertanian sebesar Rp30 triliun.

Dari Yogyakarta, Menteri Pertanian berkunjung ke Sidoarjo, Jawa Timur. Dia melepas ekspor tiga kontainer produk perunggasan dari PT Japfa Comfeed Indonesia ke Republik Demokratik Timor Leste.

Produk perunggasan yang diekspor ke Timor Leste ini berupa karkas dan produk ayam olahan bermerek dagang Best Chicken dan Tora Duo. Selain ke Timor Leste, PT Japfa sudah mengekspor ke Benua Amerika, Afrika, Asia, dan Eropa.

Selama 2019 nilai ekspor Japfa sudah lebih dari Rp500 miliar. Selain produk perunggasan, perusahaan itu meng-ekspor produk budi daya ikan air tawar, pakan ternak, vaksin, dan obat satwa. “Kita memiliki berbagai potensi dan komoditas untuk diolah. Tidak hanya untuk kebutuhan nasional, tapi juga produk yang dunia butuhkan,” ujar Mentan. (HS/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More