Minggu 08 Desember 2019, 09:07 WIB

30 DPW PAN Dukung Zulkifli Hasan Jadi Ketua Umum

Yurike Budiman | Politik dan Hukum
30 DPW PAN Dukung Zulkifli Hasan Jadi Ketua Umum

Antara
Ketua Umum Partai PAN Zulkifli Hasan (tengah) dan pendiri partai Amien Rais (paling kiri) menghadiri Rakernas PAN V di Jakarta, Sabtu (7/12)

 

SEBANYAK 30 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) malam ini akan memberi pernyataan sikapnya dalam mendukung Zulkifli Hasan (Zulhas) menduduki kursi Calon Ketua Umum untuk dua periode.

"Setelah Rakernas yang dilaksanakan (di Hotel Millenium), ada 29 Dewan Pimpinan Wilayah berkumpul di sana. Sebetulnya ada 30, tapi Jawa Barat tidak ada sepertinya. Kami sekarang di sini untuk menyampaikan sikap dan pandangan setelah Rakernas. Jadi DPW-DPW PAN mendukung Zulkifli Hasan untuk jadi ketua 2020-2025," tutur Ketua DPW Nusa Tenggara Barat PAN Muazzim Akbar  di sela-sela Rakernas V PAN di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (7/12/2019) malam.

Dengan mendorong Zulhas menjadi ketua umum lagi, 30 DPW tersebut tak ingin dinilai melawan Amien Rais. Menanggapi itu, Ketua DPW PAN Sulawesi Barat Hasri Anas berharap tak muncul pikiran jelek yang mengatakan bahwa kader PAN melawan Amien.

"Kami, ketua-ketua DPW dan ketua DPD memberi dukungan ke Zulhas. Sekali lagi jangan ada image diluar, kami berbenturan dengan pendiri partai, Pak Amien Rais. Kita sangat menghormati beliau," ujar Hasri.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Papua Abok Busup mengatakan dukungan terhadap Zulhas, dinilai layak karena kepemimpinan satu periode dianggap tidak cukup membawa perubahan partai.

baca juga: Kesampingkan Egoisme, Kedepankan Altruisme

"Kita dalam PAN saling menghormati, sekaligus kepada Ketua Dewan Kehormatan partai kita bapak Amien Rais. Namun, 30 DPW mendukung Zulkifli Hasan untuk jilid dua. Kami ingin agar saudara Zulhas bisa lanjut ke jilid dua. Dari kepemimpinan pergantian satu periode," tuturnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More