Minggu 08 Desember 2019, 08:54 WIB

Pertama Kali BPPT Akan Berikan Penghargaan Untuk Inovator Lokal

Siswantini Suryandari | Humaniora
Pertama Kali BPPT Akan Berikan Penghargaan Untuk Inovator Lokal

MI/Siswantini Suryandari
Sekretaris Utama BPPT, Dadan Moh Nurjaman

 

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyiapkan penghargaan khusus bagi para inovator yang memiliki inovasi bermanfaat besar bagi masyarakat dalam ajang Innovator Award yang digelar Senin (9/12/2019) Kepala BPPT, Hammam Riza mengatakan bahwa apresiasi untuk inovator lokal ini agar menumbuhkembangkan ekosistem inovasi nasional di Indonesia.

"Kalau mau Indonesia Maju dan memiliki daya saing yang kuat, tentu kuncinya adalah pada pendayagunaan dan penguasaan teknologi, BPPT siap mendukung. Tahun 2020 kami telah siapkan program strategis seperti peningkatan kemandirian bahan baku obat berbahan lokal, pendayagunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence, serta program strategis nasional lainnya," kata Hammam, Sabtu (7/12/2019).

Perkembangan teknologi dikatakan Hammam tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan masyarakat di era revolusi industri 4.0.

"BPPT pun saat ini terus mendorong Ekosistem Inovasi sebagai salah satu langkah strategis dalam membangun kompetensi nasional, dalam menghadapi era revolusi industri 4.0," jelas Hammam.

Pada kesempatan berbeda, Sekretaris Utama BPPT, Dadan Moh Nurjaman menjelaskan bahwa membangun sistem inovasi ini memerlukan kolaborasi lintas sektor, meliputi akademisi, pelaku industri serta pemerintah. Untuk membangun sinergi tiga kelompok ini, BPPT pada 10 Desember 20119 akan menghelat BPPT Innovation Day. Ketiga kelompok ini akan dipertemukan agar produk-produk inovasi yang dihasilkan para inovator bisa diproduksi oleh industri dan mempunyai nilai ekonomi.

Dalam Innovation Day yang digelar di Puspiptek Serpong Tangerang Selatan, akan dipamerkan produk-produk inovasi yang menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0.

"Era industri 4.0 menuntut Indonesia untuk terus bertransformasi, termasuk dalam penerapan inovasi. Fenomena disrupsi digital yang terus terjadi juga harus dapat diantisipasi, apabila kita tidak melakukan inovasi maka kita akan tertinggal," katanya.

Menambahkan penjelasan Dadan, Deputi Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT, Gatot Dwianto menguaraikan pola kerja ekosistem inovasi ini meliputi kerja sama lisensi yang dilakukan oleh Pusat Layanan Teknologi untyk menerapkan hasil invensi BPPT ke dalam industri yang sudah eksisting.

Kemudian inkubasi bisnis berbasis teknologi oleh Balai Inkubator Teknologi (BIT) untuk menciptakan wirausaha baru berbasis teknologi. Kedua pola kerjasama tersebut, ditujukan guna menghasilkan calon pengusaha berbasis teknologi yang berdaya saing.

"BPPT fokus dalam melakukan inkubasi bisnis, karena Indonesia butuh kumpulan calon pengusaha yang mampu menghasilkan produk inovasi yang memiliki nilai komersial. Tingkat serapan inovasi itu juga menjadi indikator daya saing, serta upaya mendorong peningkatan perekonomian nasional," kata Gatot.

baca juga: Penerbitan Sertifikasi Halal Tetap Jadi Kewenangan Kemenag

Adapun hasil inovasi yang sudah masuk dalam penilaian juri ada 42 inovasi yang nantinya akan dipilih tiga terbaik. Menurut Gatot, Innovation Award ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan oleh BPPT. Rencananya Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro akan hadir. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More