Minggu 08 Desember 2019, 08:00 WIB

Perlombaan itu bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah

(Budi Ernanto/X-11) | Olahraga
Perlombaan itu bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah

DOK TWITTER.COM-AINUROHMAN
Atlet selancar Filipina Roger Casugay (kiri) tersenyum sambil mengangkat tangan peselancar Indonesia Arip Nurhidayat

Semua orang pasti setuju bahwa nyawa lebih berharga jika dibandingkan dengan sebuah medali emas. Hal itu dapat dibuktikan dengan tindakan heroik dari seorang peselancar Filipina yang memilih untuk meninggalkan peluangnya untuk mendapatkan medali emas di SEA Games 2019. Saat tampil kemarin, peselancar itu memilih untuk menyelamatkan pesaingnya yang terancam tenggelam.

Berdasarkan unggahan seorang netizen bernama Jefferson Ganuelas di Facebook, atlet tuan rumah yang bernama Roger Casugay tidak berpikir dua kali ketika melihat wakil Indonesia, Arip Nurhidayat tersapu oleh ombak di area Monalisa Point, Pantai San Juan, Lau Union.

Saat itu tali pengaman Arip, yang terikat ke papan, putus. Arip yang berasal dari Jawa Barat tersebut kemudian tersapu dan tergulung ombak setinggi tiga meter.

Seperti diungkap situs Manila Bulletin, Casugay, yang saat itu tengah memimpin perolehan nilai, kemudian berhenti berselancar dan berbalik menolong Arip.

Keduanya kemudian menaiki papan seluncur Casugay dan meluncur menuju pantai. Setiba di tepi pantai, Arip langsung mengangkat tangan kanan Casugay dan menyebutnya sebagai seorang juara.

Apa yang dilakukan Casugay sontak mendapatkan banyak pujian, salah satunya dari Asosiasi Olahraga Selancar Filipina.

"Tindakan terbaik dari seorang atlet," ujar mereka mengomentari kabar yang disampaikan Ganuelas.

Ditunda

Setelah apa yang dialami Arip, panitia memutuskan untuk menunda pertandingan dan akan melanjutkan perlombaan pada hari ini.

Meski demikian, laga yang sudah memasuki semifinal itu tidak diulang dari awal.

Para peserta nantinya hanya akan melanjutkan waktu yang tersisa sejak pertandingan nomor longboard putra itu dihentikan.

Di sisi lain, menurut situs Fox Sports Philippines, badai yang terjadi di Filipina saat ini memang telah menimbulkan kondisi yang berbahaya bagi peselancar, yaitu ombak yang besar.

"Topan telah membuat cuaca buruk di Filipina sehingga perlombaan selancar sempat ditunda sampai tiga kali," tulis situs tersebut.

Apresiasi

Pujian juga dilontarkan oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, terhadap aksi heroik Casugay yang memilih menolong Arip di tengah perlombaan meski tengah unggul dalam perolehan nilai.

Raja Sapta menegaskan bahwa apa pun yang terjadi telah hadir sebuah rasa solidaritas yang tinggi dan hal itu ditunjukkan oleh seorang atlet.

"Apa pun ceritanya, kami respek dengan atlet Filipina tersebut. Perlombaan bukan masalah menang atau kalah. Ini lebih ke persahabatan antarnegara di kawasan. Saya sudah bertemu dengan Ketua Umum Komite Olimpiade Filipina dan menyatakan Indonesia bakal secara khusus memberikan apresiasi ke dia (Casugay). Cerita kali ini ialah tentang persaudaraan, ada yang melepas peluang karena ingin menolong seseorang," kata Raja Sapta. (Budi Ernanto/X-11)

Baca Juga

AFP/Anne-Christine POUJOULAT

Sakkari Singkirkan Unggulan Teratas di Ostrava Terbuka

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 08:17 WIB
Sakkari, yang berperingkat 23 dunia, mengalahkan Svitolina yang merupakan peringkat lima dunia dengan kemenangan 6-3 dan 6-3 dalam tempo 1...
AFP/Anne-Christine POUJOULAT

Julia Goerges Gantung Raket

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:49 WIB
Dia mencapai peringkat tertingginya, peringkat sembilan dunia, dua tahun lalu, di musim yang sama saat dia kalah dari Serena Williams di...
AFP/Bryn Lennon

27.500 Orang Diizinkan Tonton Langsung GP Portugal

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:43 WIB
Balapan di kota yang berada di bagian selatan negara tersebut akan menjadi Grand Prix pertama kalinya di Portugal sejak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya