Sabtu 07 Desember 2019, 21:00 WIB

Musin Hujan, Sejumlah Daerah Waspada Bencana

Rendy Ferdiansyah/Benny Bastiandy/Kristiadi/Djoko Sardjono | Nusantara
Musin Hujan, Sejumlah Daerah Waspada Bencana

Ilustrasi
Musin hujan

 

SEJUMLAH  daerah mulai siaga bencana menghadapi musim penghujan yang mulai terjadi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan Tasikmalaya, Jawa Barat maupun Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengimbau seluruh masyarakat untuk waspadai wilayah yang berpotensi bencana.

Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie mengimbau masyarakat untuk waspada potensi banjir yang disebabkan air pasang (rob) dan hujan lebat.

"Satgas Lebah kita sudah melakukan pembersihan material-material bekas banjir Jum'at kemarin, termaksut membersihkan saluran saluran-saluran air dan sungai di sekitar lokasi terdampak banjir," kata Isyak.

Menurutnya banjir yang melanda Kelurahan Parit, Kelurahan Kampung Damai dan kelurahan kota Tanjungpandan kemarin, disebabkan hujan lebat sejak pagi ditambah dengan pasang air laut atau rob, sehingga terjadi genangan di tiga kampung tersebut.

"Sekarang ini sudah musim hujan, info BMKG potensi hujan lebatan di Belitung masih akan terjadi beberapa hari kedepan, ini harus di
waspadai, begitu juga rob," ungkap dia.

Demikian pula dengan BPBD Kabupaten Sukabumi, mewaspadai semua wilayah di 47 kecamatan berpotensi rawan bencana banjir dan longsor.

"Untuk kewaspadaan, tentunya kami waspadai semua wilayah di 47 kecamatan berpotensi rawan bencana banjir dan longsor," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, Sabtu (7/12).

Apalagi, menurutnya, sudah terjadi bencana di sejumlah wilayah antara lain, di Kecamatan Cicurug, Parakansalak, Bojonggenteng, Cidahu, Parungkuda, Cibadak, Caringin, dan Gegerbitung.

Sebelumnya, seorang pelajar Aldan Maulana,14, pelajar kelas VIII MTs Al-Huda tewas tertimbun longsor di Kampung Cidadap RT 10/02 Desa Muaradua, Kecamatan Kadudampit, Jumat (6/12) malam.

Longsor juga terjadi di perlintasan kereta api jalur Sukabumi-Bogor di Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/12) sekitar pukul 19.00 WIB. Tanah penyangga rel ambles diduga karena kondisinya labil akibat diguyur hujan deras.

Imbauan juga datang dari BPBD Klaten, meminta masyarakat untuk siaga terhadap ancaman bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Guna memantau ketinggian air Sungai Dengkeng, BPBD Klaten pun telah memasang kamera pengawas (CCTV) di tiga titik, masing-masing di Kragilan,Kecamatan Gantiwarno, serta di Paseban dan Talang, Kecamatan Bayat.

Sementara itu, di Kota Tasikmalaya, hujan deras yang disertai angin kencang telah merobohkan sebuah pohon berada di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (7/12) sekitar pukul 16.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut tetapi arus kendaraan dari arah Bandung atau sebaliknya mengalami kemacetan. (OL-11)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More