Minggu 08 Desember 2019, 07:40 WIB

Siswa AU Saudi Tembak Mati 3 Orang di Florida

Melalusa Susthira K | Internasional
Siswa AU Saudi Tembak Mati 3 Orang di Florida

AFP
Siswa AU Saudi Tembak Mati 3 Orang di Florida

 

PENEMBAKAN di Pangkalan Udara Angkatan Laut Pensacola di Florida, Amerika Serikat (AS), diduga dilakukan oleh seorang siswa Angkatan Udara Arab Saudi. Penembakan pada Jumat (6/12) itu menyebabkan tiga orang tewas dan 12 lainnya terluka, sebelum pelaku akhirnya ditembak mati oleh polisi.

Gubernur Florida Ron DeSantis mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan itu berkewarganegaraan Arab Saudi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan pelaku penembakan adalah letnan dua militer Arab Saudi yang terlibat dalam pelatihan penerbangan di pangkalan udara itu bersama ratusan siswa asing lainnya.

“Jelas akan ada banyak pertanyaan tentang individu warga negara asing ini yang menjadi bagian dari Angkatan Udara Saudi, dan kemudian berada di sini berlatih di AS,” ujar DeSantis saat konferensi pers.

Dua sumber penegak hukum mengatakan kepada CNN, pelaku penembakan asal Arab Saudi bernama Mohammed Alshamrani. Penyelidik pun saat ini tengah menyelidiki motif penembakan apakah terkait dengan terorisme.

Selama konferensi pers Jumat malam, FBI menolak untuk mengungkapkan identitas penembak. FBI juga tidak memberi informasi apapun mengenai hal yang memotivasi Alshamrani melakukan serangan.

“Ada banyak laporan yang beredar, tetapi FBI hanya berurusan dengan fakta dan investigasi masih terus berlanjut,” kata Rachel L Rojas, agen khusus FBI yang bertanggung jawab atas Kantor Lapangan Jacksonville.


Raja Salman kutuk serangan

Menanggapi insiden penembakan yang dilakukan warga negaranya, Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud lantas menelepon Presiden AS Donald Trump di hari yang sama.

Kantor berita resmi Arab Saudi, Saudi Press, mengatakan dalam panggilan teleponnya kepada Trump itu, Raja Salman mengungkapkan kecaman atas aksi penembakan tersebut.

“Dia (raja) menegaskan bahwa pelaku kejahatan keji ini tidak mewakili rakyat Saudi,” tulis laporan Saudi Press.

Sementara Trump dalam cuitan Twitter pribadinya menyebut, Raja Salman meneleponnya untuk menyampaikan ucapan belasungkawa dan duka cita bagi keluarga korban penembakan yang terluka ataupun terbunuh dalam serangan yang terjadi di Pensacola, Florida.

“Raja Salman mengatakan bahwa orang-orang Saudi sangat marah dengan tindakan biadab dari penembak, dan bahwa orang ini dalam bentuk apa pun tidak mewakili perasaan orang-orang Saudi yang mencintai orang-orang Amerika,” cicit Trump, Sabtu (7/12).

Kepala Polisi Daerah Escambia, David Morgan, mengatakan polisi pertama kali menerima telepon terkait insiden penembakan itu sekitar pukul 7.00 pagi waktu setempat, Jumat (6/12). Salah satu polisi akhirnya menembak mati pelaku penembakan yang bersenjatakan pistol tersebut.

Pangkalan udara angkatan laut di Pensacola itu menampung 16.000 personel militer dan lebih dari 7.000 warga sipil, dan merupakan rumah bagi skuadron demonstrasi penerbangan.

Fasilitas itu adalah pusat pelatihan awal untuk pilot angkatan laut, dan dikenal sebagai tempat lahirnya penerbang Angkatan Laut.

Hanya selang beberapa hari sebelumnya pada Rabu (4/12), seorang pelaut AS menembak dua orang dan melukai korban lainnya di Pangkalan Angkatan Laut Pearl Harbor di Hawaii, AS, sebelum akhirnya menghabisi nyawanya sendiri. (AFP/CNN/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More