Minggu 08 Desember 2019, 05:05 WIB

Ledakan Rock dalam Lexicon

Jek/M-2 | Hiburan
Ledakan Rock dalam Lexicon

DOK. SONY ID
Isyana

 

PEKAN ini, penyanyi Isyana Sarasvati baru saja merilis album ketiganya bertajuk Lexicon. Di dalamnya terdapat delapan trek yang memberikan atmosfer berbeda yang menunjukkan sisi lain dari musikalitas penyanyi berusia 26 tahun tersebut.

Isyana memang tidak serta-merta meninggalkan nuansa pop yang ia eksplorasi pada album-album sebelumnya. Hati yang Terluka, single yang ia rilis pada Agustus, masih memberikan rasa familier dengan karya-karya Isyana sebelumnya. Hanya, trek ini punya warna yang lebih kelam. Melankolis dengan dominasi piano dan kibor, yang dibubuhi suara gitar elektrik dan bas elektrik oleh Gerald Situmorang.

Single keduanya, Ragu Semesta, memasukkan aransemen string dan piano yang terdengar megah. Suasana musik klasik kemudian makin kentara dalam single yang diluncurkan pada Oktober silam, itu, saat piano solo Isyana jelang menit ke-4.

Untuk mengatakan bahwa album ketiga Isyana ini kontras dengan dua album sebelumnya, paling mudah ialah dengan menyimak Lexicon dan Sikap Duniawi. Dua trek tersebut menguarkan aura symphonic rock dengan aransemen yang ritmis bertenaga sekaligus dinamis.

Di Lexicon, misalnya, setelah raungan gitar listrik dan deru dentum drum membahana, pada pertengahan lagu, tempo lagu melambat, meninggalkan denting piano dan vokal Isyana. Jelang akhir, tempo dan dinamika kembali meningkat dan Lexicon paripurna pada klimaks. Sungguh satu trek yang penuh semangat.

Spirit cross over tersebut juga amat kental pada Sikap Duniawi. Di trek bertempo cepat ini, Isyana pun memperlihatkan kepiawaian teknik vokal soprannya, yang rasanya akan menarik saat disaksikan live dengan suaranya yang dipersonakan seperti gothic dan backing vokalnya.

Di samping aransemen yang lintas genre, album Lexicon juga membuktikan kefasihan Isyana berolah kata. Lirik-liriknya menjadi lebih puitis dan tak sepenuhnya harfiah. Seperti lirik dalam Lexicon: Sandiwara menghadirkan/Mata-mata/Bersiaplah/Yang berduri tak dirawat/Kau kira selamanya mereka akan percaya/Tapi maaf waktu telah tiba.

"Semua berjalan secara natural. Tidak merasakan transformasi yang signifikan. Aku selalu keluarkan karya dengan jujur dari hati. Enggak ada yang terasanya kaget, buat pendengar mungkin iya. Namun, aku mengalami perjalanan hidup, pendewasaan menjadi suatu proses yang natural," kata Isyana perihal proses album barunya ini, saat intimate showcase di Jakarta, Jumat (29/11).

"Instrumentasi yang aku pilih dan buat memang keluarnya seperti itu. Aku juga ingin pendengar tahu bahwa ada sisi Isyana yang belum dikenal, cerita yang tidak aku publikasikan secara verbal atau di dunia maya, melainkan hanya lewat musik," sambungnya.

Ya, cukuplah untuk mengatakan bahwa Lexicon dengan delapan treknya punya kekuatan dan karakter sebagai album yang memberikan kesegaran, terkhusus perkembangan bagi si musikus itu sendiri, juga pendengarnya. (Jek/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More