Minggu 08 Desember 2019, 03:00 WIB

Semangat dari Rusun

Bagus Pradana | Weekend
Semangat dari Rusun

Dok.MI
Ilustrasi

ARIMBI Pringgadani baru saja pindah ke rusun. Sebelumnya, ia tinggal di rumah yang terletak di bantaran kali. Namun, rumah itu kini sudah rata dengan tanah akibat digusur.

Di rusun, Arimbi hidup bersama ibunya, Ibu Shinta. Ibu Shinta sehari-hari bekerja sebagai pembuat selendang. Arimbi bercita-cita menjadi penari yang terkenal, tapi ia bi­ngung antara mengejar impiannya dan membantu ibunya berjualan.

Di tengah kebingungannya, Arimbi yang pintar menari berhasil mendapatkan beasiswa dari sanggar tari terkenal. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Arimbi berupaya keras mewujudkan cita-citanya.

Meski ada suara-suara sumbang yang mengejeknya lantaran ia tinggal di rusun, Arimbi tidak mempedulikannya, apalagi ia mendapatkan dukungan dari teman-teman baiknya.

Kisah Selendang Arimbi ini merupakan lakon yang diangkat Operet Aku Anak Rusun yang dilakukan di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, pertengahan November lalu. Sesuai namanya, Operet Aku Anak Rusun, ke-12 pemainnya diambil dari 3 rusun yang ada di Jakarta, yakni Rusun Rawa Bebek, Daan Mogot, dan Pulo Gebang.

Dari operet ini kita bisa memetik banyak pelajaran lo sobat. Di antaranya, kita belajar nilai tole­ransi, solidaritas kepada sesama, dan yang paling penting ialah semangat mewujudkan mimpi kita.

Melalui operet ini, Soundkestra dan Yayasan Warung Imaji pimpinan ibu Veronica Tan, bertujuan mengembangkan dan memfasilitasi bakat anak-anak rusun di Jakarta, terutama di bidang musik dan pertunjukan.

“Ternyata banyak anak-anak rusun yang memiliki talenta luar biasa dan masih bisa dikembangkan lagi. Operet Aku Anak Rusun 2 ini mengangkat nilai-nilai positif yang relevan dengan anak-anak dan masyarakat, seperti nilai toleransi, solidaritas, dan semangat mewujudkan mimpi. Kami optimis nilai-nilai itu penting untuk anak-anak dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat,” ujar Ibu Vero. (M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More