Sabtu 07 Desember 2019, 09:50 WIB

Polri Selisik Jaringan Terduga Teroris Papua

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Polri Selisik Jaringan Terduga Teroris Papua

MI/Saskia Anindya Putri
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono.

 

TIM Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap seorang terduga teroris berinisial KWN, 35, di Perumahan Grand Doyo, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono membenarkan adanya penangkapan terduga teroris tersebut.

"Ya, memang Densus di sana mengamankan satu orang yang inisialnya KWN," kata Argo Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Argo mengaku belum mendapatkan laporan perihal jaringan terorisme terduga yang ditangkap. Bahkan, rincian dan kronologis kejadian penangkapan belum sampai kepadanya.

"Yang lain-lain masih kita menunggu dari Densus 88," ucapnya.

Kapolres Jayapura AKB Victor Mackbon membenarkan ada terduga teroris yang menempati rumah di Doyo, Kabupaten Jayapura. Namun, ia mengaku tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut  terkait jumlah dan dari mana asalnya. Pasalnya, hal itu merupakan ranah Mabes Polri.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis menyebut polisi sudah menangkap 74 orang terduga teroris setelah peristiwa bom bunuh diri di Kantor Polrestabes Medan. Penangkapan yang dilakukan pada 10 provinsi di Indonesia itu dipaparkan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11).

Rapat itu dipimpin Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry, sedangkan Kapolri didampingi Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmonto, Kabarhakam Komjen Firli, Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal, dan ada juga 34 kapolda.

MI/MOHAMAD IRFAN

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua dari kanan) mengikuti bersama dengan jajarannya dan Kapolda-Kapolda saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

 

Berdasarkan hasil penyidikan, kata Idham, pelaku penyerangan terhadap Wiranto dan bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka diduga terpapar ajaran terorisme melalui media sosial.

"Para pelaku merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah atau yang biasa disebut JAD. Afiliasi pada ISIS (Islamic State/IS). Para pelaku terpapar radikalisme melalui medsos sehingga memiliki tujuan menyerang pemerintah dan aparat kepolisian karena dianggap sebagai thogut," sebutnya.

Bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan terjadi pada 13 November 2019. Selain mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri, Polri juga berhasil menangkap 74 orang tersangka jaringan terorisme.

Mereka ditangkap di Sumatra Utara sebanyak 30 orang, Jawa Barat (11), Jawa Tengah (11), Pekanbaru (5), Banten (5), Kalimantan Timur (4), DKI Jakarta (3), Aceh (2), Jawa Timur (2), Sulawesi Selatan sebanyak 1 orang. (Fer/P-2)

Baca Juga

Pergub DKI Jakarta No 47 Tahun 2020/Korlantas/Tim Riset MI-NRC/L-1

Tidak Mudah Pemudik Kembali ke Jakarta

👤Yakub Pryatama Wijayaaymaja 🕔Rabu 27 Mei 2020, 06:55 WIB
Pemprov DKI diminta untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus covid-19 karena PSBB tak bertaji sejak seminggu jelang...
ANTARA

Presiden Ingin Masyarakat kembali Produktif

👤Dhk/Try/Tri/Ins/X-11 🕔Rabu 27 Mei 2020, 06:40 WIB
Presiden tidak membuka mal, tetapi hanya simulasi. Ia juga menyebut Jawa Barat sudah menyiapkan prosedur standar untuk kehidupan normal...
 MI/Susanto

Mantan Dirut Perum Jasa Tirta II Divonis Lima Tahun

👤Fahcri Audhia Hafiez 🕔Rabu 27 Mei 2020, 06:26 WIB
Mantan Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II, Djoko Saputra, divonis lima tahun penjara dan denda Rp300 juta dalam kasus korupsi di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya