Sabtu 07 Desember 2019, 09:30 WIB

Perempuan Tangguh Kepung Menhan Prabowo

Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum
 

ADA yang tidak biasa dalam pertemuan bilateral tingkat menteri antara Indonesia dan Australia di sela perhelatan Bali Democracy Forum, Bali Nusa Dua Convention Center, kemarin. Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto 'dikepung' para perempuan tangguh yang menjabat Menteri Luar Negeri RI, Menteri Luar Negeri Australia, dan Menteri Pertahanan Australia.

Menhan Prabowo menjadi satu-satunya menteri laki-laki dalam tajuk Pertemuan 2+2 Ke-6 Republik Indonesia-Australia itu. Sebelumnya, saat memberi keterangan pers, Menhan Prabowo berdiri paling kiri. Berikutnya berturut-turut Menlu RI Retno Marsudi, Menlu Australia Marise Payne, dan Menhan Australia Linda Reynolds.

Alih-alih merasa rikuh, Menhan Prabowo mengapresiasi ketiga perempuan tersebut. Ia bangga dengan kaum perempuan yang semakin mampu berperan besar pada era saat ini sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Prabowo juga memuji Menlu RI Retno Marsudi yang dinilainya tegas. "Saya sangat hormat. Saya baru kerja sama satu setengah bulan, tetapi kita boleh bangga punya menlu perempuan yang hebat," cetusnya.

Sebelum Pertemuan 2+2 Ke-6 Republik Indonesia-Australia, para menteri bertemu sesuai dengan bidang mereka, yakni Menlu RI dengan Menlu Australia dan Menhan RI dengan Menhan Australia. Barulah sesi Pertemuan 2+2 berlangsung.

Dalam jumpa pers, Menlu Retno Marsudi mengungkapkan, saat ini kedua negara sedang menyelesaikan rencana aksi sebagai tindak lanjut dari Strategic Comprehensive Partnership yang telah disepakati. Selain itu, Menlu Retno juga mengapresiasi dukungan Australia terhadap sentralitas ASEAN.

Indonesia mengharapkan agar ASEAN Outlook of Indo-Pasifik itu dapat diimplementasikan melalui kerja sama yang konkret. Dengan munculnya berbagai tantangan baru, kedua negara juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

"Kami sadar akan banyak muncul tantangan baru, ancaman terorisme, keamanan siber, dan sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama. Kami sepakat untuk terus melaksanakan kerja sama dalam konteks woman, peace, and security, termasuk penguatan partisipasi perempuan dalam misi perdamaian," terus Retno.

 

Berbagai kesepakatan

Menhan Prabowo merinci pokok bahasan dalam Pertemuan 2+2. Salah satunya ialah kerja sama dalam bidang militer.

Prabowo mengungkapkan, TNI diundang untuk ikut serta dalam banyak latihan di Australia. Taruna TNI juga diundang untuk mengikuti pendidikan di akademi militer Australia.

Menhan Prabowo juga mengungkap upaya baru dalam kerja sama maritim. "Kita sepakat untuk kerja sama dalam bidang maritim. Australia juga akan menawarkan kerja sama, terutama di bidang pertukaran informasi dan intelijen, khususnya menghadapi illegal fishing dan kejahatan transnasional di perairan Indonesia," tandas Prabowo.

Untuk pertama kalinya, menurut Menhan Prabowo, kedua negara akan melakukan operasi perdamaian bersama dalam naungan PBB. "Jadi ini mungkin sesuatu yang baru yang kita akan rintis, mudah-mudahan kita mencapai hal itu," imbuhnya. (P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More