Sabtu 07 Desember 2019, 09:10 WIB

Munas Golkar Pengaruhi Politik Nasional

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
Munas Golkar Pengaruhi Politik Nasional

MI/RAMDANI
Ketua DPR Puan Maharani.

 

KETUA DPR Puan Maharani mengemukakan harapan agar Partai Golkar semakin solid. Dengan dilaksanakannya musyawarah nasional (munas) Golkar pada 3-6 Desember, ia berharap partai tersebut dapat semakin kuat dalam menjaga demokrasi di Indonesia.

Menurut Puan, pelaksanaan munas Golkar akan berpengaruh terhadap kondisi politik nasional. Itu karena Golkar berpredikat sebagai partai dengan perolehan kursi nomor dua terbanyak di DPR sekaligus anggota koalisi pemerintah. "Jadi, jika terjadi gejolak dalam munas, politik nasional juga akan bergolak. Demikian pula kondisi di DPR," ungkap Puan.

Dengan selesainya munas yang berlangsung mulus, Puan berharap kesolidan Golkar membuat situasi di parlemen makin kondusif tanpa kehilangan sifat dinamisnya. "Dan kita makin fokus bergotong royong mewujudkan Indonesia maju.''

Puan menegaskan, kongres, munas, atau muktamar sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan partai ialah upaya untuk mendesain ulang program-program partai agar menjadi partai yang sehat.

Puan menilai partai yang sehat merupakan syarat mutlak karena saat ini partai merupakan sumber perekrut-an pemimpin, baik di pusat maupun daerah.

Dalam munas Golkar, Airlangga Hartarto dipastikan kembali memimpin Partai Golkar 2019-2024. Tugas paling dekat Airlangga, yaitu menyusun struktur kepengurusan lima tahun mendatang. Airlangga punya waktu maksimal 60 hari menyusun kabinet yang akan membantunya mengemudikan partai berlambang pohon beringin itu.

Nama-nama anggota 'kabinet' baru Airlangga masih jadi teka-teki. Itu termasuk ada tidaknya nama Bambang Soesatyo (Bamsoet) beserta para pendukungnya, dalam struktur kepengurusan.

Ada sejumlah nama politikus Golkar yang jadi loyalis Bamsoet. Sebut saja Ahmadi Noor Supit, Nusron Wahid, Syamsul Rizal, Andi Sinulingga, Misbakhun, dan Bendahara Umum Golkar demisioner Robert Kardinal.

Hingga malam penutupan Munas X Golkar (5/12), Airlangga baru mengumumkan Lodewijk Paulus sebagai sekjen. (Pro/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More