Sabtu 07 Desember 2019, 08:30 WIB

Kasatpol PP DKI Heran PKL Bisa Simpan Dagangan di Pos Damkar

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Kasatpol PP DKI Heran PKL Bisa Simpan Dagangan di Pos Damkar

MI/Bary Fatahillah
PKL berjualan di dekat Stasiun Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat

 

PERILAKU pedagang kaki lima (PKL) di Jakarta semakin liar dan tak terkendali. Bukan hanya banyak yang kedapatan berjualan di trotoar, di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) malah menemukan PKL yang berjualan di depan pos pemadam kebakaran.

Kepala Satpol PP DKI Arifin bahkan menyebut, PKL tersebut menutup akses keluar mobil pemadam kebakaran. Saat akan ditertibkan, PKL malah kedapatan menyimpan barang dagangan dalam pos damkar tersebut.

"Hari ini kita sudah cek. Ternyata mereka taruh barang dagangannya di belakang mobil damkar. Harusnya, pos kan ada petugasnya. Masa petugasnya nggak bisa jaga kantornya. Masa harus dijaga Satpol PP," tegas Arifin di Gedung DPRD DKI, Jumat (6/12).

Arifin pun geleng-geleng kepala mendengar laporan itu. Mantan Kepala Dinas Perumahan itup un tak habis pikir dengan sikap petugas Pos Damkar yang tidak berani mengusir PKL yang meletakkan barang dagangan di kantor tersebut.

Ia menyebut sebagai pemilik 'rumah' harusnya petugas bisa menertibkan PKL paling tidak agar tidak memasuki pos. Hal yang terjadi justru sebaliknya.

Baca juga : DKI Bangun Trotoar Senilai Rp349 Miliar, PKL Bisa Berdagang

"Sekarang begini, Bapak punya rumah. Ada mobil. Ada orang dagang taruh dalam rumah Bapak. Bapak boleh tidak ? Sama saja kalau kita bicara orang berdagang menghalangi pos jaga, harusnya ditegur," pungkasnya.

Atas peristiwa itu, Arifin pun meminta secara persuasif agar PKL tidak berdagang di lokasi itu. Selain itu, para petugas yang berjaga di kawasan itu pun diminta untuk memperketat pengawasan.

"Secara rutin kita jaga. Karena Tanah Abang kawasan rentan," tegasnya.

Ia pun tidak segan memberikan tindakan tegas pada PKL yang membandel yakni dengan mengenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

"Anggota di sana hampir 30 orang melakukan patroli halau. Memang jumlah mereka lebih banyak. Kita ada penjagaan, ada patroli pengahalauan. Makanya selalu tidak kurang lakukan penindakan di Tanah Abang. Kita udah lakukan tipiring. Dibawa ke pengadilan," tegasnya.(OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More