Sabtu 07 Desember 2019, 07:40 WIB

Bayern dan MU Berharap Dewi Fortuna

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Bayern dan MU Berharap Dewi Fortuna

MI/Seno
Dewan Redaksi Media Group, Suryopratomo

 

SESUATU yang menarik dari sepak bola ialah ketidakpastian. Klub bertaburan bintang dan menguasai permainan belum jaminan untuk bisa menjadi pemenang. Meski taktik dan strategi sudah benar, serangan pun terus dilancarkan, kalau dewi fortuna menjauhi mereka, klub sebesar apa pun akhirnya bisa menelan pahit.

Itulah yang dialami Bayern Muenchen saat menjamu Bayer Leverkusen pekan lalu. Setidaknya ada 23 kali tendangan ataupun sundulan yang diarahkan ke gawang Bayer. Namun, tiga kali bola yang sudah tidak terjangkau kiper masih membentur mistar dan hanya satu yang bisa masuk ke gawang lawan sehingga Die Rotten pun harus menelan kekalahan menyakitkan 1-2 dari tamunya.

AFP/Christof STACHE

Pelatih Bayern Munich Hans Dieter Flick.

 

Kenyataan pahit itu sungguh membuat Manuel Neuer dan kawan-kawan sulit untuk percaya. Namun, hasil menyesakkan itu justru membuat pelatih Hans Dieter Flick menginjak bumi bahwa kejutan besar selalu bisa terjadi dalam sepak bola. Kekalahan itu menjadi bekal penting bagi Hansi untuk menghadapi pemimpin klasemen, Borussia Moenchenglad-bach. Pertandingan malam nanti di Borussia-Park merupakan penentu apakah sang juara bertahan masih mampu untuk bisa berjaya ataukah kali ini Bundesliga akan menyambut datangnya juara baru.

Moenchengladbach menunjukkan prestasi yang konsisten untuk mengembalikan kebesaran yang sudah hampir 40 tahun hilang. Pelatih Marco Rose mampu mempertahankan momentum untuk terus meraih kemenangan dan menjaga posisi tim asuhannya di puncak klasemen sementara.

Malam ini mereka pun berada dalam rasa percaya diri yang tinggi untuk menjamu Bayern. Dengan Marcus Thuram yang semakin menunjukkan ketajamannya, Die Fohlen merupakan ancaman serius Bayern. Apalagi Rose kini memberi keleluasaan kepada putra mantan bintang Prancis di Piala Dunia 1998, Lilian Thuram, itu untuk bermain. Thuram bisa bermain dari sayap kiri atau kanan untuk memberikan bola matang kepada Breel Embolo, Alassane Plea, atau Patrick Herman. Atau, ia bisa menjadi ujung tombak untuk mengancam gawang Neuer.

AFP/ LEON KUEGELER

Pemain Borussia Moenchengladbach asal Prancis Marcus Thuram.

 

Sejauh ini Thuram sudah menyumbangkan enam gol bagi Moenchengladbach. Ia bisa menjadi pemain yang menentukan karena sudah memberikan lima assists kepada rekan penyerangnya untuk membobol gawang lawan.

 

Persaingan antarbek

Namun, pertarungan malam ini sebenarnya merupakan persaingan antarbek sayap. Baik Moenchengladbach maupun Bayern sama-sama memiliki bek sayap yang agresif untuk menopang serangan. Die Fohlen memiliki Stefan Lainer dan Oscar Wendt, sedangkan Die Rotten mengandalkan Benjamin Pavard dan Alphonso Davies.

Kedua tim mampu membangun serangan yang mengalir lancar. Keempat bek sayap ini tiba-tiba bisa menjadi penyerang sayap yang mengancam pertahanan lawan dengan bola-bola silangnya.

Bayern merupakan tim yang paling aktif untuk menyerang lewat sayap. Umpan-umpan silang yang mereka lakukan rata-rata mencapai 13 kali dalam satu pertandingan.

Bola-bola silang ini tentunya merupakan ancaman bagi kiper Yan Sommer. Apalagi Bayern bukan hanya memiliki Robert Lewandowski yang menjadi target-man, tetapi bisa Thomas Mueller yang menjadi second striker atau gelandang Leon Goretzka maupun Corentin Tolisso yang juga agresif untuk keluar menyerang.

Peran dua centre-back Matthias Ginter dan Nico Elvedi sangat diperlukan untuk mengamankan daerah jantung pertahanan. Tiga gelandang Moenchengladbach, Christopher Kramer, Denis Zakaria, dan Florian Neuhaus atau Laszlo Benes harus mewaspadai gerakan gelandang Bayern yang sering masuk dari sisi yang tidak terlihat (blindside).

Bayern memiliki Kingsley Coman, Goretzka, dan Serge Gnabry yang mampu beraksi dengan cepat. Joshua Kimmich memainkan peran sebagai gelandang bertahan untuk membantu mengamankan jantung pertahanan yang bisa diisi Javi Martinez, David Alaba, atau Jerome Boateng.

Die Rotten selalu mampu menampilkan permainan terbaik saat menghadapi klub besar. Namun, malam ini mereka berharap keberuntungan datang sehingga semua peluang yang didapatkan bisa dikonversi menjadi gol kemenangan.

 

Derbi Manchester

Keberuntungan juga sangat dinantikan Manchester United saat bertandang ke kandang Manchester City di Stadion Etihad malam ini. 'Setan Merah' selalu tampil luar biasa saat menghadapi lawan sekota untuk menunjukkan siapa sebenarnya raja sepak bola di Manchester.

MU sering tampil buruk saat menghadapi klub kecil, sebaliknya memperlihatkan kualitas permainan saat menghadapi tim besar. Mereka menjadi satu-satu klub yang mampu menahan laju Liverpool menuju tangga juara. Pertengahan minggu ini secara gemilang MU mampu mengandaskan tim asuhan Jose Mourinho, Tottenham Hotspur, 2-1.

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer perlu mempertahankan the winning team. Apalagi Anthony Martial dan Paul Pogba mungkin belum pulih dari cedera. Pemain muda Mason Greenwood menjadi pilihan terbaik sebagai ujung tombak.

Penempatan Greenwood sebagai striker menguntungkan Marcus Rashford yang lebih cocok menyerang dari sayap kiri. Adapun Daniel James bermain di sayap kanan dan Jesse Lingard bermain dari lini kedua.

AFP/ Oli SCARFF

Penyerang MU Marcus Rashford.

 

Memang MU perlu bermain lebih cerdas karena City merupakan tim yang pandai memainkan bola dari kaki ke kaki dan dari blok ke blok. Dengan Kevin de Bruyne dan David Silva yang mengatur serangan dari tengah, City tidak mudah untuk dikendalikan.

Apalagi Gabriel Jesus menunjukkan performa terbaik untuk mengisi tempat Sergio Aguero yang harus absen karena cedera. Belum lagi Raheem Sterling atau Bernardo Silva atau Riyad Mahrez yang tidak mengenal ampun untuk merobek gawang lawan.

Kiper MU David de Gea berharap rekan-rekannya bermain disiplin dan sabar untuk membaca pergerakan lawan. Terutama dua gelandang bertahan Scott McTominay dan Fred harus tampil seperti ketika menghadang pergerakan para pemain Spurs. Ini penting agar beban dua centre-back Harry Maguire dan Victor Lindelof bisa lebih ringan untuk mengamankan pertahanan.

"Saya akan berupaya memperlihatkan penampilan terbaik dan tentunya sangat luar biasa apabila kami bisa membawa tiga poin nanti," ujar kiper berusia 29 tahun asal Spanyol itu.

Pelatih City Pep Guardiola berupaya untuk menghidupkan peluang tim asuhannya untuk bisa mencetak hattrick sebagai juara Liga Premier. Namun, ia melihat peluang mengejar Liverpool tidak mudah, apalagi kini sudah tertinggal 11 poin.

Centre-back City, John Stone, menegaskan pertandingan malam ini merupakan pertandingan penuh gengsi.

AFP/ Paul ELLIS

Centre-back City John Stone.

 

"Ini pertandingan yang harus kami menangi karena ini pertandingan antarsatu kota. Kami harus menunjukkan bahwa kami lebih baik daripada mereka," tegas pemain nasional Inggris ini.

"Sejarah sudah berubah, sekarang kamilah tim terbaik di kota ini," tambah gelandang City, Rodrigo, yang malam nanti baru pertama kali akan merasakan derbi Manchester.

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More