Sabtu 07 Desember 2019, 06:50 WIB

Angkat Derajat Keluarga melalui Seni

(Gas/M-4) | Weekend
Angkat Derajat Keluarga melalui Seni

MI/SUMARYANTO BRONTO
Tiyara Ramadhani atau yang akrab dikenal dengan nama panggung Rara.

NARASUMBER terakhir yang diundang dalam Kick Andy episode kali ini ialah Tiyara Ramadhani atau yang akrab dikenal dengan nama panggung Rara. Pencinta dangdut di Indonesia barangkali sudah tidak asing lagi dengan perempuan yang satu ini. Ia kerap muncul di ajang pencarian bakat, khususnya untuk penyanyi dangdut yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta nasional.

Rara ialah gadis berusia 17 tahun asal Prabumulih, Sumatra Selatan. Beberapa waktu lalu, ia berhasil menjadi runner-up di ajang kompetisi dangdut nasional, bahkan telah menjadi wakil Indonesia di akademi dangdut Asia pada 2018. Pada kesempatan tersebut, Rara harus menghadapi perwakilan dari sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Timor Leste, hingga Thailand.

Perjalanan karier Rara dimulai sejak 2017. Berbekal restu orangtua, ia lolos berbagai kompetisi sekalipun perjuangannya tidaklah mudah. Kondisi kesehatan sang ayah yang terus menurun, memaksa ibunda Rara bekerja serabutan. Tak hanya itu, Rara juga harus membantu sang ibu menjadi pemulung demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Pada awal salah satu kompetisi, Rara juga harus merelakan kepergian sang ayah untuk selama-lamanya. Sang ayah yang mengidap stroke selama 14 tahun akhirnya harus pergi. Namun begitu, Rara terus bekerja keras dengan tekad yang kuat sepeninggalan sang Ayah hingga akhirnya berhasil mengangkat derajat keluarga melalui bakat seninya.

Segala prestasi yang berhasil diraih, lantas Rara dedikasikan untuk ibunda tercinta. "Rara bersyukur sekali punya ibu yang rela berjuang mati-matian demi keluarga. Terus mengorbankan waktu dan tenaga demi anaknya bisa makan, keluarga bisa tercukupi kebutuhannya, bisa sekolah juga," tuturnya.

Pemulung

Selain memulung, kata Rara, sang ibu juga berjualan kue untuk sarapan di pagi hari. Ia juga bekerja sebagai pembantu rumah tangga, di samping kesibukannya di akhir pekan sebagai buruh masak dan cuci di perusahaan katering. Para tetangga mengetahui hal tersebut, tapi demikian sang ibu berpesan kepada Rara agar ia tidak memperlihatkan kesedihan di hadapan orang lain. Bagi sang ibu, kata Rara, orang lain tidak boleh ikut-ikutan merasakan kesedihan yang dialami keluarganya.

Keberadaan sang ibu selanjutnya selalu menjadi sumber inspirasi bagi Rara. Berbagai kesempatan dan pengalaman ia lewati dengan semua itu hingga pada akhirnya membentuk pribadi Rara yang sekarang. Rara masih ingat betul dengan pengalamannya di salah satu kompetisi dangdut yang diikutinya, yang mana kompetisi itu telah mengubah kehidupannya secara drastis. Tidak hanya dari segi ekonomi, tapi juga jam terbang di dunia dangdut yang pada akhirnya sangat penting bagi karier Rara.

"Sangat signifikan sekali. Dari Rara yang tidak tahu Rara ini siapa, dari ekonomi yang tidak tercukupi, terus setelah mengikuti liga ini Rara alhamdullilah bisa ikut membantu ibu. Terus bisa menginspirasi dan alhamdullilah juga bisa membuat ekonomi keluarga Rara lebih baik lagi," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, setelah kompetisi itu, karier Rara di dunia dangdut semakin meningkat hingga area Asia. Dalam akademi tersebut, Rara diberangkatkan bersama enam orang perwakilan lainnya dari Indonesia, hingga kembali berhasil menjadi runner-up. Pun setelah akademi tersebut, Rara juga kembali mengikuti kompetisi menyanyi dangdut lainnya hingga akhirnya memperoleh gelar runner-up untuk ketiga kalinya.

Namun demikian, sebagaimana diketahui sebelumnya pula, perjuangan Rara meraih pencapaiannya saat ini tidaklah mudah. Sang ibu bahkan pernah harus berjualan kue kering dan ayam kampung.

Rara kini telah menjadi tulang punggung keluarga bagi ibu dan adiknya.

Selain itu, Rara kini juga telah berhasil meraih mimpinya menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dalam usianya yang masih tergolong muda, Rara selanjutnya mengatakan bahwa dirinya ingin selalu bahagia dengan orang-orang yang disayanginya, terlebih sang ibu. Ia juga ingin bermanfaat bagi orang lain dalam hal positif, selain ingin sukses dalam kariernya. (Gas/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More