Jumat 06 Desember 2019, 22:47 WIB

Guru BK Punya Peran Penting Cegah Kecanduan Pornografi Siswa

mediaindonesia.com | Humaniora
Guru BK Punya Peran Penting Cegah Kecanduan Pornografi Siswa

Dok. UNJ
Semnar soal peran guru BK dalam menangkal pornografi di UNJ

 

GURU Bimbingan Konseling (BK) memiliki peran strategis untuk mencegah kasus kecanduan pornografi pada siswa. Melalui peran guru BK, pendekatan bisa dilakukan terhadap siswa dengan lebih intensif dan personal.

“Menanamkan pemahaman akan bahaya pornografi kepada siswa membutuhkan strategi yang tepat, dan ini menjadi ketrampilan yang harus dikuasai oleh guru-guru BK,” kata Wakil Ketua III koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) DKI Jakarta Lelly Qodariah di sela seminar bertajuk Adiksi Pornografi Ancaman Generasi Muda yang digelar Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Propinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi UNJ, Jumat (6/12).

Seminar yang berlangsung di aula UPT Perpustakaan UNJ tersebut diikuti oleh wakil kepala sekolah dan guru-guru BK dari lima wilayah DKI Jakarta.Seminar tersebut menghadirkan pembicara Inge Hutagalung dari KKI DKI Jakarta dan Evi Deliviana dari UKI.

Agar guru BK bisa memainkan peranannya dengan baik, Lelly yang juga menjabat Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka (Uhamka), menilai pentingnya upgrade pengetahuan terkait perkembangan pornografi di Indonesia. Terutama pornografi yang menjamur melalui dunia digital.

Karena itu Lelly sangat mengapresiasi seminar nasional yang mengundang wakil kepala sekolah dan guru-guru BK tersebut.

Baca juga : Produk Buatan Pelajar Tampil di Final Jakbee Bussines Proposal

Senada juga dikatakan Ketua KKI Provinsi DKI Jakarta Margani Mustar. Menurutnya, KKI memiliki tugas penting untuk membantu masyarakat khususnya masyarakat dunia pendidikan untuk bersama-sama mencegah meluasnya permasalahan adiksi pornografi.

“Berkembangnya masalah pornografi  terutama melalui gawai sudah menghawatirkan terutama yang menyebar melalui gawai,” katanya.

Harusnya teknologi dimanfaatkan untuk menjadi alat mencerdaskan,  mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.Tetapi faktanya kini, ada sisi-sisi negatif yang menjadi ancaman generasi muda seperti meluasnya aksi pornografi.

Karena itu, lanjut Margani seminar ini menjadi penting sebagai salah satu upaya penanggulangan terpaparnya adiksi pornografi. Mengingat  bahaya pornografi  dapat menyebabkan  perilaku menyimpang yang akan membahayakan pola bertindak seseorang.

Margani menyebutkan bahwa KKI menaruh perhatian terhadap kualitas SDM dan penduduk, maka seminar ini menjadi penting untuk mencegah generasi produktif terpapar adiksi pornografi yang akan menggerus potensi kualitas masyarakat.

Baca juga : 28 Siswa Menangi Kompetisi Matematika Online dari Eduversal

Sementara itu, Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi UNJ Usep Suhud mengatakan, UNJ menyambut baik seminar itu sebagai tanggung jawab akademik dan merupakan pengabdian untuk masyarakat akademik.

“Saat ini masyarakat sudah melek informasi, akses pada internet sangat mudah, HP murah, orang tua memberikan keleluasaan mengakses internet, dimanpun akses internet sudah mudah,” jelasnya.

Maka pada era seperti sekarang ini tugas guru terutama guru BK untuk memberikan pemahaman kepada siswa menjadi sangat penting dan strategis. Terutama mengarahkan siswa agar memanfaatkan akses teknologi yang sehat, internet digunakan untuk melakukan penajaman pengetahuan, keterampilan, dan harus cerdas memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab.

Sebab jika sudah memanfaatkan teknologi dengan salah dan keliru apalagi digunakan  untuk mengakses pornografi bisa menyebabkan gangguan psikologi berupa kecanduan. Situasi seperti ini tentu sangat membahayakan produktifitan generasi muda Indonesia.

“Adiksi selalu negatif, karena mereka keasyikan dengan dunianya sendiri, foto porno tidak semuanya dilakukan oleh ahli, kadang dilakukan oleh seseorang yang naif, mereka foto pribadi, mereka menyimpan lalu dengan tidak sengaja tersebar ke media, yang semakin hiruk pikuk dijagat dunia maya,” tandasnya. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More