Sabtu 07 Desember 2019, 05:30 WIB

Pariwisata Tekan Angka Kemiskinan

(AT/AU/N-1) | Nusantara
Pariwisata Tekan Angka Kemiskinan

MI/Ardi Teristi Hardi
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mengembangkan community based tourism (CBT) untuk menekan kemiskinan. Objek-objek wisata di DIY yang menerapkan metode ini dalam menjaring dan melayani wisatawan antara lain Gunung Api Purba Nglanggeran, Hutan Pinus Mangunan, dan Gua Pindul.

"Dengan ini (CBT), kemandirian desa terbentuk dan dapat mengurangi kemiskinan," kata Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Gedung Bank Indonesia DIY, Kamis (5/12).

Peran masyarakat dalam pengembangan pariwisata sangat penting. Pertumbuhan ekonomi di bidang pariwisata akan sia-sia jika tidak mampu menciptakan lapangan kerja.

Sultan menegaskan, selesainya pembangunan dan operasional penuh Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo pada 2020 harus bisa dimanfaatkan optimal. Inovasi mengembangkan sumber daya yang ada harus terus ditingkatkan, termasuk di sektor pariwisata.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan menilai penerapan CBT di DIY sangat tepat. Dengan konsep itu, orang lokal yang diberdayakan menjadi lebih banyak sehingga perekonomian bergerak dan menyejahterakan masyarakat.

"CBT dapat mendukung upaya pemda menurunkan angka kemiskinan dari 11% menjadi 7%," ujarnya.

Direktur Badan usaha Milik Desa Tunas Mandiri, Desa Nglanggeran, Ahmad Nasrudin mengatakan sektor pariwisata mampu meningkatkan kesejahteraan warga di desa itu. Uang yang masuk tidak hanya dari penjualan tiket, tetapi juga dari jasa pemandu wisata, home stay, kuliner, dan oleh-oleh. Jumlah pengunjung ke Nglanggeran saat ini berkisar 11 ribu-12 ribu per bulan. Dana yang dikelola sekitar Rp1 miliar.

Di Kabupaten Sleman, untuk mewujudkan target 10 juta wisatawan ke Tanah Air pada 2020, pemerintah daerah setempat menyiapkan 150 kegiatan wisata yang dicantumkan dalam Calendar Of Event 2020. Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahtera-an Rakyat Sleman, Purwatno Widodo, mengatakan dengan hal itu diharapkan upaya promosi wisata Sleman lebih lancar. (AT/AU/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More