Sabtu 07 Desember 2019, 00:50 WIB

Milenial Motor Pertumbuhan Ekonomi

MI | Ekonomi
Milenial Motor Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi
Milenial Motor Pertumbuhan Ekonomi

 

KELOMPOK milenial yang populasinya mencapai 90 juta jiwa dari total 260 juta penduduk Indonesia dinilai mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada 2020.

“Kami melihat bahwa generasi muda yang mendominasi populasi Indonesia dapat menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujar Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja dalam Coffee Morning Talk bertajuk Ekonomi 2020: Saatnya Yang Muda Ambil Peluang, di World Trade Center, Jakarta, Jumat (6/12).

Karena itu, dia ingin mengajak generasi muda Indonesia untuk memahami kondisi perekonomian agar mampu mengubah tantangan menjadi peluang bisnis agar dapat memberi kontribusi pada perekonomian Indonesia.

Lebih lanjut dia mengatakan kelompok milenial sebagian besar lebih memilih mendirikan usaha baik konvensional maupun memanfaatkan teknologi. Namun, minat mereka itu tidak didukung dengan pemahaman yang baik soal literasi keuangan.

“Melihat tingginya minat generasi muda untuk mulai berusaha, Bank OCBC NISP menghadirkan solusi Nyala Bisnis. Melalui solusi ini OCBC NISP menyediakan layanan produk dan layanan istimewa untuk menjawab segala kebutuhan dan memberikan kemudahan pengelolaan keuangan pribadi dan usaha,” jelas Parwati.

OCBC NISP, lanjutnya, juga mendukung agar milenial bisa memiliki rumah sendiri dengan menggunakan skema cicilan kredit yang disesuaikan dengan pendapatan karier melalui KPR Easy Start.

Inovasi layanan lainnya yakni Nyala Individu dan Basic untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan keuangan individu. Layanan ini menggunakan konsep saldo gabungan, sehingga nasabah dapat menikmati keuntungan dari Nyala.Lebih jauh, demi merangkul milenial yang erat pula kaitannya dengan gawai, (Mir/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More