Sabtu 07 Desember 2019, 00:00 WIB

Buku sebagai Ikon Peradaban

MI | Humaniora
Buku sebagai Ikon Peradaban

MI/Rifaldi Putra
Perpustakaan

 

PERAN perpustakaan tidak lagi hanya mengatur koleksi buku atau penyedia bahan bacaan bagi masyarakat. Era digitalisasi saat ini menuntut perpustkaan bertransformasi untuk bisa berinovasi dalam rangka mentransfer pengetahuan ke pengunjungnya.

Oleh karena itu, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berusaha menjawab tantangan zaman dengan mengembalikan titah dan marwah perpustakaan menjadi sumber informasi. Demikian buah pikir Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando di acara “Peluncuran Buku Perpustakaan Nasional RI : Ikon Peradaban & Ilmu Pengetahuan serta press corner Perpustakaan Nasional” di Auditorium Soekarman, Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/12).

“Perpustakaan bertransformasi tidak hanya manage koleksi. Tapi juga transfer knowledge. Transformasi layanan Perpusnas kini juga berbasis inklusi sosial untuk kesejahteraan masyarakat dan menjadi prioritas nasional,” ujarnya. Dalam buku itu juga digambarkan peran Perpusnas dalam membina perpustakaan-perpustakaan di Indonesia agar berbasis inklusi sosial termasuk menjadikannya sebagai ruang publik untuk berlatih kecakapan untuk meningkatkan kemampuan literasi.(Ind/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More