Jumat 06 Desember 2019, 22:00 WIB

Pemakzulan Trump kian Dekat

Melalusa Susthira K | Internasional
Pemakzulan Trump kian Dekat

AFP
Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi

 

KETUA DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi, memberi lampu hijau untuk penyusunan pasal-pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, Jumat (6/12). Sementara itu, Trump berjanji akan melawan upaya pemakzulan atas dirinya.

Perintah penyusunan dakwaan tersebut ditujukan Pelosi kepada Ketua Komisi Kehakiman DPR AS. Ia juga mengisyaratkan bahwa pemungutan suara resmi untuk memakzulkan presiden AS ke-45 itu sudah pasti.

“Saya bersedih, namun dengan keyakinan dan kerendahan hati, dengan kesetiaan kepada pendiri negara dan hati yang penuh cinta untuk Amerika, hari ini saya meminta ketua kami untuk melanjutkan dengan pasal-pasal pemakzulan,” terang Pelosi dalam sebuah pernyataan di televisi.

“(Trump) telah terlibat dalam penyalahgunaan kekuasaan, merusak keamanan nasional kita dan membahayakan integritas pemilu kita. Presiden (Trump) tidak memberi kita pilihan, selain menindaknya,” sambungnya.

Saat jumpa pers, politisi wanita paling kuat di AS tersebut juga menunjukkan kilasan kemarahan ketika seorang wartawan bertanya apakah dia membenci Presiden Trump.

“Saya tidak membenci siapa pun,” jawab Pelosi, menunjuk ke arah wartawan dalam konfrontasi yang luar biasa.

“Saya berdoa untuk presiden sepanjang waktu. Jadi, jangan main-main dengan saya dalam hal kata-kata seperti itu,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Pelosi tidak mengumumkan detil dakwaan yang akan diajukan untuk pemakzulan Trump. Namun hal tersebut kemungkinan dapat mencakup, penyalahgunaan kekuasaan, obstruksi Kongres AS dan obstruksi keadilan. Demokrat dilaporkan akan membawanya ke DPR AS untuk dilakukan pemungutan suara pada akhir Desember mendatang.


Trump menantang

Menanggapi hal tersebut, Trump kemudian menantang Demokrat yang menguasai DPR AS untuk bergerak cepat jika akan memakzulkannya,
“Sekarang, cepat!” pungkas Trump.

Trump mengharapkan DPR AS merampungkan proses segera, sehingga ia dapat memiliki pengadilan yang adil di Senat AS yang dikuasai oleh partainya, Republik. Dengan begitu, ia yakin akan dibebaskan dari jerat pemakzulan.

“Hal baiknya adalah bahwa Partai Republik lebih bersatu daripada sebelumnya. Kita akan menang!,” cicit Trump,  Jumat (6/12).

Gedung Putih yang telah menolak bekerja sama dengan penyelidikan pemakzulan Trump, mengatakan bahwa Demokrat harus malu karena memicu pemakzulan Trump. Trump terancam menjadi presiden ketiga AS yang dimakzulkan oleh Kongres.

Jika benar dimakzulkan, Trump selanjutnya akan diadili oleh Senat. Namun melihat situasi Senat yang dikuasai oleh kubu Republik, akan sulit untuk menggulingkan Trump dari kursi Presiden AS.

Sebelumnya pada Rabu (4/11), tiga pakar konstitusi  yang dipanggil oleh kubu Demokrat dalam kesaksiannya di hadapan Komisi Kehakiman DPR AS bahwa tindakan Trump yang mencari bantuan campur tangan asing yaitu Ukraina dalam pemilu AS adalah alasan jelas yang membuka peluang sang Presiden untuk dapat dimakzulkan. Presiden Ukraina antara lain diminta Trump untuk mencari kesalahan dari pesaing Trump di Pilpres AS 2020 yaitu Joe Biden dari Demokrat.

Sedangkan, pakar konstitusi keempat yang dipanggil oleh Republik mengatakan kepada panel bahwa bukti yang ada belum cukup memadai untuk memutuskan Trump telah melakukan pelanggaran hukum yang dapat membuatnya dimakzulkan. (AFP/Hym/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More