Jumat 06 Desember 2019, 18:04 WIB

ICMI Jawab Tantangan Umat Menuju Indonesia Maju

Yose Hendra | Politik dan Hukum
ICMI Jawab Tantangan Umat Menuju Indonesia Maju

Antara
Wapres Ma'ruf Amin berpidato saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad ICMI, UNP, Padang, Sumbar, Jumat (6/12)

 

PADA usianya ke - 29, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) diharapkan bisa menjawab tantangan yang dihadapi umat saat ini, sehingga jalan menuju Indonesia maju semakin terang.

Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin mengatakan, tantangan utama umat pada saat ini antara lain, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), menghilangkan kemiskinan dan ketimpangan, dan imunisasi umat dari penyebarluasan radikalisme dengan menggunakan simbol-simbol agama.

''Hal ini sesuai dengan prioritas utama Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk menuju Indonesia maju, yakni Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul, Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi, Reformasi Birokrasi dan Transformasi Ekonomi," jelas Ma'ruf dalam sambutannya saat membuka Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI ke-29 di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sumatra Barat, Jumat (6/12).

Tantangan besar lainnya, sebut Ma'ruf Amin, adalah maraknya penyebaran faham-faham radikal. ICMI sebagai organisasi cendekiawan, Ma'ruf menilai bisa memainkan peran yang sangat besar dalam upaya memerangi radikalisme tersebut.

"Saya mengharapkan agar ICMI dapat bersama-sama dengan pemerintah terus menyampaikan pesan-pesan positif dalam berbagai kesempatan," tukasnya.

Ma'ruf Amin, menegaskan, pemerintah telah berkomitmen untuk melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan Syariah.

"Saya melihat, ICMI dengan pengalaman mendukung pembangunan selama ini, terutama dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat turut berperan dalam upaya peningkatakan kapasitas ekonomi umat," ungkapnya.

Dalam Silaknas ICMI ke-29 ini, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin diminta menjadi Ketua Dewan Penasihat ICMI. Ia mengisi kekosongan jabatannya yang sebelumnya diemban Jusuf Kalla (JK). Karena JK sendiri dipercaya menjadi Ketua Dewan Kehormatan ICMI, yang sebelumnya dijabat oleh almarhum Prof BJ Habibie.

"Saya berterima kasih menjadi Ketua Dewan Penasihat, memang spesialis saya Ketua Dewan Penasihat. Di IAEI Ketua Dewan Penasihat, di MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) juga Ketua Dewan Penasihat, ternyata di ICMI juga Ketua Dewan Penasihat," seloroh Kiai Ma'ruf.

Sementara itu, Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie mengatakan peranan cerdik cendikiawan seperti ICMI harus terus dikembangkan. Menurutnya, untuk kemajuan bangsa, cendekiawan dan ulama mutlak harus saling bahu membahu.

"Ulama dan cendikiawan sama saja. Satu dari kalam Allah, satu lagi dari sunnah rasul. Bantu supaya Ma'ruf Amin memperkuat posisi Wakil Presiden. Karena keberhasilan beliau akan kena ke kita semua," ujarnya.

Dia juga berkeinginan Ketua ICMI berikutnya dari generasi muda. "Jangan lagi dari generasi pendiri seperti saya. Mampu cetak sumber daya unggul dengan menguasai iptek, imtaq, berkebudayaan nusantara, dan bersatu," imbuhnya. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More