Jumat 06 Desember 2019, 17:24 WIB

Kawanan Harimau Hantui Masyarakat di Sumsel dan Riau

Dwi Apriani/Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Kawanan Harimau Hantui Masyarakat di Sumsel dan Riau

Dok BKSDA Riau
Diduga jejak kaki harimau ditemukan di Kecamatan Tambang, Kabupate Kampar, Riau

 

KAWANAN harimau sumatra hantui masyarakat di Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan (Sumsel), serta Kabupaten Kampar, Riau, dalam sepekan terakhir.

Di Sumsel, seorang petani ditemukan tewas diserang harimau di Desa Tebet Benawa, Dempo Selatan, Pagaralam, pada Kamis (5/12).

Atas kejadian tersebut, diimbau kepada masyarakat untuk tidak berkebun dan masuk hutan sementara waktu

''Kami sudah mengeluarkan imbauan kepada warga utamanya petani agar tidak masuk kawasan hutan. Tidak berkebun dulu di daerah yang dekat dengan kawasan hutan. Ini demi keselamatan mereka, apalagi saat ini sedang rawan serangan harimau,'' kata Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara, Jumat (6/12).

Dia mengharapkan, semua pihak mentaati agar tidak terjadi lagi serangan hewan buas itu. Apalagi kejadian warga yang tewas karena serangan harimau ini adalah keduakalinya di wilayah tersebut.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam  (BBKSDA) Sumsel, Genman Hasibuan menuturkan, pihaknya telah meminta warga tetap mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal di daerah. Salah satunya tidak pergi seorang diri saat berkebun.

''Yang jelas kalau kearifan masyarakat lokal itu berdoa, jangan sesumbar dan kearifan lokal tetap dijalankan. Kalau masuk ke wilayah perkebunan yang tidak jauh dari hutan, jangan sendiri-sendiri. Dan jangan masuk ke kawasan hutan yang jadi wilayah jangkau harimau,'' jelasnya.

Walikota Pagaralam, Alfian Maskoni mengaku pihaknya sudah membentuk tim khusus terdiri gabungan antara BKSDA, polisi dan warga setempat untuk pengamanan dan kenyamanan warga serta wistawatan yang akan berkunjung ke Pagaralam.

Diketahui, Gunung Dempo dan sekitarnya merupakan kawasan andalan untuk sektor pariwisata, karenanya perlu penanganan cepat dalam selesaikan masalah tersebut.

''Selain dengan membentuk tim khusus, kami tetap mengimbau agar wisatawan tetap berhati-hati. Kepada warga, kami harapkan
untuk tidak masuk kedalam kawasan hutan lindung. Karena wilayah itu adalah habitat harimau,'' jelasnya.

Sementara itu di Riau, diduga sedikitnya ada tiga hariamu sumatra yang masuk ke wilayah Desa Kuala Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupate Kampar, Kamis (5/12)

Dugaan itu didasarkan atas ditemukannya kembali jejak tapak harimau sumatra di wilayah desa tersebut atau sekitar 11 kilometer (Km) garis lurus dari Desa Karya Indah.

Sebelumnya jejak serupa yang diduga merupakan milik sepasang harimau dewasa dan satu anak harimau ditemukan di wilayah perbatasan Kota Pekanbaru-Kampar persisnya di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.

"Iya dugaan (tiga harimau). Pagi tadi tim kami langsung ke lapangan mengecek informasi tersebut. Saat ini tim kami masih di Balai Desa Kualu Nenas," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono di Pekanbaru, Jumat (6/12).

Dijelaskannya, dari pengecekan sementara diketahui terkonfirmasi bahwa ada jejak yang dimungkinkan adalah harimau sumatra. Ukuran tapak kaki yang ditinggalkan juga sama dengan yang ditemukan di Km 6 dan Km 8, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, pada beberapa hari lalu.

Adapun jarak ditemukan dari titik di Desa Kualu Nenas dan Desa Karya Indah diperkirakan 11 km. Sedangkan kalau ditarik garis lurus dari arah taman hutan rakyat (Tahura) Siak diperkirakan sekitar 26 km.

"Jadi semakin menjauh dari Pekanbaru, semakin menjauh dari Desa Karya Indah dan semakin menjauh dari Tahura," jelas Suharyono.

Suharyono menambahkan, saat ini tim sedang melakukan sosialisasi dengan aparat, dan warga desa setempat agar berhenti melakukan perburuan, berhenti memasang jerat, sehingga harimau tidak mencari mangsa lain. Biarkan harimau mencari mangsa pada habitatnya di sana.

"Kami juga mengimbau masyarakat tidak panik, tidak berbuat anarkis, apabila mengetahui adanya harimau di sekitar pemukiman atau perkebunan. Segera laporkan kepada kami BKSDA Riau untuk diambil langkah-langkah tindakan sesuai dengan kewenangan kami," papar Suharyono. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More