Jumat 06 Desember 2019, 16:36 WIB

Australia-Indonesia Tingkatkan Kerja Sama di Sejumlah Lini

Abdillah Muhammad Marzuqi | Internasional
Australia-Indonesia Tingkatkan Kerja Sama di Sejumlah Lini

AFP
Pertemuan The 6th Indonesia-Australia Foreign and Defence Ministers (2+2) Meeting Indonesia dan Australia

 

THE 6th Indonesia-Australia Foreign and Defence Ministers (2+2) Meeting Indonesia dan Australia menghasilkan komitmen untuk meningkatkan kerja sama yang setara, saling menghormati, dan menghormati integritas wilayah. Pertemuan tersebut dilakukan oleh Menlu RI Retno Marsudi, Menhan Prabowo Subianto, Menlu Australia Marise Payne, dan Menhan Australia Linda Reynolds di Bali Nusa Dua Convention Center Jumat (12/6).

Dalam keterangan pers, Menlu Retno Marsudi mengungkapkan bahwa saat ini kedua negara sedang menyelesaikan Plan of Action sebagai tindak lanjut dari Strategic Comprehensive Partnership yang telah disepakati. Selain itu, Menlu Retno juga mengpresiasi dukungan Australia terhadap sentralitas Asean. Indonesia mengharapkan agar Asean Outlook of Indo-Pasifik ini dapat diimplementasikan melalui kerja sama yang konkret.

“Implementasi Asean Outlook Indo-Pasifik ini juga terus didasarkan pada prinsip dialog, kerjasama, inklusif, dan menghormati hukum internasional,” terang Retno.

Indonesia juga mengundang kehadiran Australia pada Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum yang akan diselenggarakan pertengahan tahun 2020 di Jakarta. Indonesia dan Australia juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di Pasifik, utamanya dalam bidang climate change, pemberdayaan ekonomi, dan pemberdayaan perempuan.

Sebagai upaya mendorong kerja sama ekonomi, kedua negara juga telah memperbaharui proses masing-masing dalam ratifikasi terhadap Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Dengan munculnya berbagai tantangan baru, kedua negara juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, di antaranya penanggulangan terorisme, keamanan siber, dan kerja sama dalam konteks perempuan, perdamaian, dan keamanan.

“Kami sadar akan banyak munculnya tantangan baru, ancaman terorisme, keamanan cyber, dan sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama. Kami sepakat untuk terus melaksanakan kerja sama dalam konteks woman, peace, and security. termasuk penguatan partisipasi perempuan dalam misi perdamaian,” terus Retno.

Kedua negara juga menjajaki dilaksanakannya Co-Deployment of Peace Keeping Operations. Indonesia juga mengundang Australia untuk hadir dalam konperensi internasional mengenai diplomasi digital yang akan diselenggarakan di Indonesia tahun 2020, sebagai kelanjutan dari regional Conference on Digital Diplomacy di Jakarta September 2019.

Menlu Australia Marise Payne menyambut baik pertemuan tersebut. Payne menekankan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Australia. Kerja sama kedua negara punya potensi besar untuk menjaga stabilitas dan kedamaian di kawasan Indo-Pasifik.

“Saya garisbawahi lagi bahwa Indonesia akan selalu menjadi mitra strategis yang vital bagi Australia. Kita hidup berdampingan di wilayah paling dinamis dan berkembang di dunia, Indo-Pasifik. Hubungan kita berpotensi melakukan begitu banyak hal untuk Indonesia dan Australia, tetapi juga untuk kawasan secara keseluruhan. Sebagai dua negara demokrasi terbesar di kawasan ini, Indonesia dan Australia telah memainkan peran penting untuk meningkatkan stabilitas dan kemakmuran di Indo-Pasifik,” ujar Menlu Australia Marise Payne.

Menhan Australia Linda Reynolds mengungkapkan banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara Indonesia-Australia. Ia juga mengapresiasi adanya kesepahaman antara Indonesia dan Australia untuk berbuat lebih bagi perdamaian dunia.

“Bersama dengan para Menteri Luar Negeri, kami setuju untuk memperdalam kerja sama di bidang penjaga perdamaian, bantuan kemanusiaan, dan penanggulangan bencana, dan tentu saja keamanan maritim. Paling terpenting, kami setuju untuk merencanakan bagi Australia dan Indonesia untuk pengerahan bersama pasukan penjaga perdamaian PBB. Ini adalah bab baru yang sangat menarik dari hubungan pertahanan kami,” imbuhnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More