Jumat 06 Desember 2019, 16:07 WIB

Krisis Arsenal Berlanjut

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
Krisis Arsenal Berlanjut

AFP
Pemain Brighton merayakan kemenangan atas Arsenal

 

KRISIS yang tengah melanda Arsenal belum usai. Setelah memecat Unai Emery karena rentetan hasil jeblok dan menunjuk pelatih interim Freddie Ljungberg, ternyata belum membawa dampak positif.

Tim berjuluk Meriam London itu terkapar dari Brighton pada lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, Jumat (6/12) dini hari.

Laga debut Ljungberg di kandang ternyata tidak sesuai harapan. Meriam London kalah 1-2 melalui dua gol dari Adam Webster (36') dan Neal Maupay (80').

Sementara Arsenal sempat menyamakan kedudukan melalui Alexandre Lacazette (50').

Kekalahan ini membuat Meriam London masih tertahan di peringkat 10 klasemen dengan 19 poin. Selain itu, kekalahan ini melengkapi sembilan laga tanpa kemenangan di semua kompetisi dan menjadi catatan buruk sejak 1977 silam.

 

Baca juga: Lukaku dan Smalling Kecam Judul Headline Black Friday

Ljungberg mengaku anak asuhnya kehilangan kepercayaan diri ketika tampil di tengah lapangan. Apalagi pada babak pertama, Ljungberg mengakui anak asuhnya tidak menemukan penampilan terbaik yang berimbas pada kebobolan.

"Kami tidak dominan ada babak pertama, tidak bekerja keras," kata Ljungberg.

Ljungberg juga mengakui mental para pemainnya jeblok setelah menuai rentetan hasil negatif.

"Kami dalam situasi yang sulit, kami sering kalah dan percaya diri menjadi menurun. Saya harus mengembalikan kepercayaan diri para pemain," ungkap Ljungberg.

Sementara itu, Brighton sukses mengakhiri tiga kekalahan beruntun dan membuat mereka naik ke peringkat 13 dengan 18 poin.

"Ini momentum yang baik bagi kami. Ini memberi sedikit keyakinan bagi kami. Kredit bagi para pemain yang bermain sesuai arahan saya ketika kami bermain tandang," kata manajer Brighton Graham Potter. (bbc/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More