Jumat 06 Desember 2019, 07:00 WIB

Jaga Muruah KPK lewat Dewan Pengawas

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Jaga Muruah KPK lewat Dewan Pengawas

MI/Susanto
Logo Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK)

 

DIREKTUR Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai perjuangan yang tersisa dan bisa efektif untuk menjaga muruah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya lewat Dewan Pengawas (Dewas). Lewat wadah itu, semangat juang aktivs antirasuah bisa tersalurkan dengan baik untuk menjaga kinerja pemberantasan korupsi.

"Hal paling memungkinkan sekarang mahasiswa dan aktivitas harus mengawal KPK dan memastikan komisoner dan UU KPK yang baru masih sesuai dengan harapan, yakni pemberantasan korupsi tetap berjalan sesuai harapan," katanya pada diskusi bertajuk UU KPK Pascaputusan Mahkamah Konstitusi, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, menjaga muruah KPK hanya bisa lewat Dewas karena judicial riview ke MK kurang efektif karena lebih fokus pada pengujian pasal-pasal ketimbang prosedur pembuatan UU. Para penggugat hanya mempersoalkan mekanisme pembuatan oleh DPR yang dinilai tidak seluruhnya mengikuti ketentuan yang berlaku.

Penggugat, kata dia, juga mengharapkan Presiden menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) walaupun sulit karena syaratnya berat. Hal sama juga terjadi pada legislative riview, membutuhkan dorongan energi yang kuat untuk terciptanya konsolidasi politik di DPR.

"Langkah yang paling mungkin bagi aktivis antikorupsi ialah masuk di dalamnya. Apa kanal yang bisa disentuh? Dewas. Itu satu-satunya wadah yang masih bisa dilobi ke Presiden sebagai niat baik untuk menjadi bagian dari pemberantasan korupsi," papar Adi.

Ia menambahkan, melalui saluran yang legal dengan cara masuk ke sistem, aspirasi mahasiswa dan aktivis jauh lebih efektif ketimbang dengan cara-cara konvensional, seperti turun ke jalan atau mengharapkan UU KPK baru dibatalkan.

"Maka langkah yang penting bagi aktivis ialah masuk lewat Dewas dan ini masih bisa dilobi. Berada di dalam KPK lebih baik daripada di luar karena aspirasi dapat langsung terserap selain bisa memastikan kinerja KPK," tegasnya.

Namun, ia meragukan jalur perjuangan itu diambil oleh mahasiswa dan aktivis yang memiliki kecenderungan berpikir hitam putih seperti hanya fokus berusaha membatalkan UU KPK dengan judicial review, aksi, dan mendorong perppu.

"Daripada mengutuk kegelapan lebih baik segera menyalakan lentera. Itu peribahasa yang tepat untuk menjaga muruah KPK pascaterbitnya UU KPK baru dengan memastikan Dewas sesuai harapan."

Terkait keputusan pengisian Dewas yang hampir final dan akan diumumkan 21 Desember nanti, Adi mengatakan tidak ada masalah karena yang penting posisi itu dijabat oleh orang-orang yang ingin menjaga muruah KPK.

Belum menyerah

Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dinno Ardiansyah mengatakan mahasiswa belum menyerah dalan perjuangan menuntut pembatalan UU KPK. Konsolidasi tengah berlangsung di kalangan aktivis mahasiswa lintas kampus untuk mengumpulkan energi dan menentukan langkah selanjutnya.

"Kita tidak dalam arti masuk ke kandang dan melupakan perjuangan. Kita tengah melakukan konsolidasi dan rencananya Desember atau pada hari antikorupsi akan kembali melanjutkan tuntutan. Ada demonstrasi lagi," pungkasnya. (P-3)

Baca Juga

Antara

Pemerintah Harus Tetapkan Kriteria Terkait Revisi PP Hak Narapida

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 01 April 2020, 23:33 WIB
Pemerintah diminta tidak menyelipkan agenda terselubung dalam proses asimilasi narapidana akibat pandemi...
Dok MI

Perppu Harus Akomodasi Anggaran Penundaan Pilkada

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 01 April 2020, 22:57 WIB
Dijelaskannya, dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 sejumlah daerah sempat mengalami kekurangan anggaran. Bahkan ada daerah yang terlambat...
Antaranews.com

90 Menit ke Depan, Indonesia Tutup Pintu bagi WNA

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 22:31 WIB
Peraturan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya