Jumat 06 Desember 2019, 08:10 WIB

Moge Akhiri Karier Sang Dirut

M Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
 

"MOTORNYA bagus ya, motor klasik ini, tahun 70-an," cetus Menteri BUMN Erick Thohir tatkala melihat satu unit motor Harley Davidson beberapa saat sebelum konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Ia, yang awalnya ingin memulai konferensi pers, mengurungkan niatnya dan menghampiri motor itu sembari mengajak Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk melihatnya lebih dekat.

Tangan kanan Erick terlihat tak berhenti mengusap-usap tangki motor. Sesekali ia menundukkan kepala dan mempertegas pandangan ke motor merah tersebut.

Ketertarikan yang sama juga ditunjukkan Ani, sapaan akrab Sri Mulyani. Mulanya ia menaruh perhatian pada dua unit sepeda sambil mengayuh tangannya.

Ani lantas menghampiri motor gede itu seolah ingin menaikinya. Sontak Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi, menghalanginya. "Jangan dinaikin, Bu, ini gak kuat," kata Heru dibalas tawa oleh Ani dan awak media.

Motor Harley Davidson dan dua unit sepeda merek Brompton itu rupanya barang ilegal yang disita dan dirampas petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta pada 17 November lalu. Barang itu dibawa pesawat baru bertipe Airbus A330-900 milik Garuda Indonesia yang didatangkan dari Prancis.

Barang diselundupkan penumpang pesawat tanpa mendaftarkannya kepada Bea Cukai. Saat diperiksa, 22 penumpang tidak memberikan custom declaration dan keterangan secara lisan kepada petugas.

Belakangan, ditemukan onderdil motor Harley dan dua unit sepeda Brompton oleh petugas Bea Cukai di lambung pesawat (tempat bagasi penumpang) yang terurai di 18 boks cokelat.

Sebanyak 15 di antaranya berisikan onderdil bekas motor Harley Davidson, sedangkan 3 lainnya berisikan dua unit sepeda merek Brompton beserta aksesorinya.

SAW, yang namanya tertera di claim tag 15 koli berisi onderdil motor bekas itu, mengaku membelinya lewat e-bay. Namun, saat diperiksa Bea Cukai, ternyata tidak ada histori transaksi pembelian onderdil di akun e-bay SAW.

Kejanggalan makin benderang ketika diketahui SAW tidak punya sejarah mengoleksi motor gede. Lebih parah lagi, diduga, dalang penyelundupan itu ialah Direktur Utama Garuda.

"Saudara AA (Askhara) memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson tipe softtail di tahun 2018. Lalu ini motor tahun 70-an, jadi motor klasik, pembelian dilakukan pada April 2019. Proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam," jelas Erick.

Untuk mendapatkan moge impian, ia meminta bantuan pejabat Garuda di Belanda. Tindakan konyolnya itu menghasilkan buah pahit. Kariernya pun berakhir. Ia dipecat Erick Thohir secara tidak hormat. (M Ilham Ramadhan Avisena/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More