Kamis 05 Desember 2019, 23:40 WIB

Mogok Massal di Prancis akibat Perubahan Pensiun

Mogok Massal di Prancis akibat Perubahan Pensiun

AFP
Unjuk Rasa di Prancis

 

PRANCIS Kamis (5/12) lumpuh di bidang jaringan transportasi dan layanan umum hingga sekolah. Itu disebabkan pemogokan massal nasional oleh serikat pekerja yang memprotes rencana Presiden Emmanuel Macron merombak sistem pensiun.

Sekitar 90 % kereta berkecepatan tinggi dihentikan dan sebagian besar metro Paris ditutup. Dilaporkan, bahwa 11 dari 16 jalur metro Paris ditutup sepenuhnya, dengan hanya dua jalur yang sepenuhnya melayani rute seperti biasa.

Moda transportasi udara juga ikut terdampak dengan ratusan penerbangan yang terpaksa dibatalkan. Maskapai penerbangan Air France mengatakan mereka mengurangi 30% penerbangan domestik dan 15% rute internasional jarak pendek. Begitu pula maskapai Inggris, EasyJet, yang telah membatalkan 223 penerbangan domestik maupun internasional jarak pendek.

Tak hanya jaringan transportasi, sebagian besar sekolah juga ditutup. Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer memperkirakan 55% dari tenaga pengajar akan mogok dan hanya 30% sekolah yang bisa dibuka.

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner mengatakan, sekitar 245 orang ikut dalam aksi pemogokan, mulai dari pekerja transportasi, guru, dan profesional lainnya.

Adapun Kepala Polisi Paris Didier Lallement mengatakan sekitar 6 ribu anggota pasukan keamanan akan dike-rahkan di ibu kota Paris.

Aksi pemogokan massal itu akan menjadi ujian bagi Macron yang berjanji untuk mengubah Prancis. Macron ingin mengimplementasikan janji kampanyenya yang akan menerapkan sistem pensiun universal berbasis poin yang dikelola secara terpusat.

Sistem itu nantinya akan menghilangkan 42 skema pensiun khusus untuk berbagai sektor berbeda. Di antaranya, pekerja kereta api dan perusahaan energi hingga pengacara dan karyawan Opera Paris, yang sering kali memberikan pensiun lebih tinggi atau pensiun dini kepada pekerja.

Serikat pekerja mengatakan, perubahan itu akan mengakibatkan jutaan pekerja di sektor swasta terpaksa bekerja sampai usia pensiun resmi 62 tahun jika ingin menerima upah pensiun penuh. (AFP/Uca/X-11)

Baca Juga

AFP

Korsel Batasi Jumlah Siswa Sekolah

👤MI 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 03:10 WIB
KOREA Selatan kemarin membatasi jumlah siswa yang bersekolah di sekitar ibu kota Seoul menyusul munculnya kembali kasus...
AFP

Barat Kecam UU Keamanan Hong Kong

👤MI 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 02:55 WIB
AMERIKA Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada kemarin mengecam Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong yang baru...
AFP

Media Sosial Jadi Sasaran Presiden Trump

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 02:35 WIB
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya