Kamis 05 Desember 2019, 16:24 WIB

Terima Gelar HC, JK Dinilai Tokoh Pejuang Mutu Pendidikan

M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Terima Gelar HC, JK Dinilai Tokoh Pejuang Mutu Pendidikan

ANTARA FOTO/Iggoy El Fitra
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) berjabat tangan dengan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri (kanan)

 

MANTAN Wakil Presiden periode 2004-2009 dan 2014-2019 Jusuf Kalla menerima penghargaan Gelar Doktor Kehormatan di bidang penjaminan mutu pendidikan, program studi ilmu pendidikan, dari Universitas Negeri Padang (UNP).

"Tim promotor UNP bersepakat memberikan anugerah pendidikan pada bapak Jusuf Kalla yang kami nilai dan dipandang sebagai seorang tokoh penggagas dan pejuang mutu pendidikan di Indonesia," kata Ketua Tim Promotor Prof Dr Sufyarma Marsidin di Auditorium UNP, Padang, Kamis (5/12).

Pemberian gelar tersebut dilakukan di Auditorium UNP hari ini, Kamis (5/12). Menurutnya, Jusuf Kalla dinilai memiliki grand idea tentang pendidikan di Tanah Air. Inti kemajuan suatu negara adalah pendidikan, dan inti dari pendidikan adalah belajar secara berkelanjutan.

"Pendidikan Indonesia visioner yang berorientasi masa depan agar memberikan nilai tambah sehingga menjadi solusi bagi negara. Selain itu pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang membangun bangsa yang baik dan bermartabat," ujarnya.

Selain itu, penyelenggaraan pendidikan harus memiliki komitmen dan konsistensi mutu pendidikan dan pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) agar mendorong peserta didik secara terus menerus.

Baca juga: JK dan Luhut akan Diberi Posisi Kehormatan di Golkar

Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu dinilai berkomitmen dan perhatian pendidikan di Indonesia. Kebijakan dan kiprah Kalla sangat banyak diberikan kepada dunia pendidikan.

"Pemberian gelar Honoris Causa ini kepada bapak Jusuf Kalla ibarat pepatah Minang yang artinya telah sesuai dengan standar akademik perundangan yang berlaku," ujar Suryama.

Di kesempatan yang sama, JK mengungkapkan mutu pendidikan berkaitan erat dengan kondisi ekonomi suatu negara. Alasannya, dari pendidikan lah bisa terlahir inovasi-inovasi baru.

"Ekonomi kita tidak bisa tumbuh dengan baik dan maju. Untuk mencapai kemajuan ekonomi, kita perlu meningkatkan inovasi dan skill. Untuk itu kita perlu menggunakan dan mengembangkan teknologi. Semua inovasi dan kemajuan itu hanya bisa dicapai dengan ilmu dan teknologi dan tidak ada ilmu dan teknologi tanpa pendidikan," ucapnya.

"Pendidikan yang maju hanya bisa dijalankan di negara yang ekonominya baik dan bertumbuh, kita tidak bisa berbicara banyak tentang kemajuan pendidikan jika tingkat ekonomi rendah atau tidak bertumbuh dengan baik. Sebaliknya ekonomi yang maju hanya dapat dicapai dengan sumber daya manusia dengan pendidikan yang baik bagi warganya," tutupnya.

UNP berharap dengan pemberian gelar doktor tersebut, Jusuf Kalla terus memberikan sumbangan ide dan masukan untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.(OL-5)

Baca Juga

DOK DPR RI

Semangat Para Petani Harus Tetap Terjaga

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Mei 2020, 08:00 WIB
Hero mengimbau BUMN berperan serta membantu mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri, sehingga ke depan harga bahan pangan dalam negeri...
MI/ Adam Dwi

Wapres: Di Balik Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 24 Mei 2020, 20:11 WIB
Dalam khotbahnya, ungkap Masduki, Wapres Ma'ruf menyingung perayaan lebaran tahun ini berada dalam kondisi keprihatinan karena pandemi...
MI/ Adam Dwi

Wapres: Hadapi Pandemi Korona dengan Optimistis

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 24 Mei 2020, 19:58 WIB
“Tidak boleh ada pesimisme. Tidak boleh putus asa. Dalam agama tidak boleh berputus asa harus terus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya