Kamis 05 Desember 2019, 11:38 WIB

Polda Metro Jaya Luncurkan Dua Aplikasi Minta Tolong

Candra Yuri Nuralam | Megapolitan
Polda Metro Jaya Luncurkan Dua Aplikasi Minta Tolong

Google playstore
Tangkapan layar aplikasi Help Renakta

 

POLDA Metro Jaya meluncurkan aplikasi Help Renakta dan Satpam Mantap. Aplikasi ini bisa memudahkan masyarakat meminta bantuan kepada petugas dengan satu sentuhan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan aplikasi Help Renakta merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta. Aplikasi itu bisa memberikan penyuluhan kepada korban kejahatan di Jakarta.

"Aplikasi ini nanti bagaimana kita mendekatkan anak anak, perempuan, yang jadi korban bisa penyuluhan hukum," kaga Gatot di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (5/12).

Ada tiga fitur dalam aplikasi Help Renakta. Pertama, aplikasi itu bisa mendeteksi keberadaan pemilik ponsel dengan sistim peta yang dibuat secara real time.

Baca juga: Tilang Elektronik di Tol Berlaku Hari Ini

Selanjutnya, ada fitur empat tombol darurat. Tombol darurat ini bisa digunakan untuk meminta bantuan, menghubungi operator, buzz, dan call Renakta. Setiap tombol mempunyai fungsi berbeda.

"Nanti petugas terdekat langsung akan bisa mendekat ke lokasi 24 jam," ujar Gatot.

Lalu, ada fitur jendela informasi. Fitur ini berisi kumpulan informasi bantuan hukum, anak hilang, dan panduan wajib untuk penyuluhan hukum untuk korban kejahatan.

"Mereka bisa juga mendapat layanan kesehatan selama 24 jam," tutur Gatot.

Kemudian ada aplikasi Satpam Mantap. Aplikasi ini dibuat untuk memanfaatkan satpam yang bekerja di perumahan di Jakarta.

Gatot mengatakan aplikasi ini dibuat lantaran satpam sering menjadi pihak pertama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di sejumlah area seperti pertokoan, dan perumahan. Hal ini juga dilakukan untuk pendeteksi dini kejahatan di tempat umum.

"Kalau kita lihat jumlah polisi kurang di Jakarta, dengan kita memberdayakan satpam yang ada nanti bisa lebih baik lagi," tutur Gatot.

Namun, tidak semua masyarakat bisa menggunakan aplikasi ini. Gatot mengatakan aplikasi ini hanya bisa digunakan oleh satpam yang sudah bersertifikasi.

"Ini bisa kelihatan satpam yang terlatih atau tidak, ke depan kita bisa latih siapa yang terlatih atau tidak," ucap Gatot.

Dalam aplikasi itu, satpam juga bisa mendaftar untuk membuat sertifikasi secara daring. Aplikasi ini juga ditambah dengan tombol panik yang berfungsi meminta bantuan ke Polsek setempat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyarankan masyarakat mulai mengunduh aplikasi itu. Menurutnya, aplikasi ini sangat bagus dalam situasi genting untuk membuat keamanan di ibu kota lebih baik lagi.

"Saya mengundang masyarakat Jakarta mengunduh aplikasi ini, gunakan dengan baik dan bijak, gunakan bila ada situasi kedaruratan," tutur Anies. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More