Kamis 05 Desember 2019, 05:10 WIB

Andalan itu Bernama Jeepney

Budi Ernanto Wartawan Media Indonesia | Olahraga
Andalan itu Bernama Jeepney

MI/BUDI ERNANTO
JADI ANGKUTAN UMUM: Sebuah jeepney melintas di New Clark City, Filipina. Kendaraan yang pernah digunakan pada era Perang Dunia II

Jika di Indonesia ada angkot, di Filipina ada jeepney. Transportasi umum itu bisa dijumpai di seluruh wilayah Filipina dan sangat diandalkan untuk bepergian. Jeepney dulunya merupakan alat transportasi serdadu Amerika Serikat pada era Perang Dunia II dan kemudian beralih fungsi menjadi angkutan umum.

Saat ini, diperkirakan ada sekitar 150 ribu jeepney di seluruh Filipina dan 50 ribu di antaranya ada di Manila dan sekitarnya. Jeepney terkadang disebut-sebut sebagai salah satu biang kerok kemacetan di Manila.

Nama jeepney diambil dari dua suku kata bahasa Inggris, yakni jeep dan knee. Jeep merupakan jenis kendaraannya dan knee merujuk pada kata dalam bahasa Inggris yang berarti lutut. Jadi, jeepney dimaksudkan sebagai kendaraan yang penumpangnya duduk berhadapan dan beradu lutut.

Bentuk jeepney seperti oplet di Indonesia. Namun, bentuknya lebih panjang dan lebar sehingga mampu mengangkut setidaknya 20 penumpang. Tidak ada pintu baik di depan dan di belakang. Di luar Manila, para penumpang juga bisa duduk di atap mobil.

Apa yang unik dari jeepney selain bentuknya ialah kendaaraan itu memiliki penampilan yang nyentrik. Sepanjang Media Indonesia berada di Manila, tidak ada satu pun jeepney yang memiliki penampilan yang sama karena cat dan stiker atau lukisan di sisi bodinya pasti berbeda.

Jika ingin menumpang, siapkan ongkos 9 peso Filipina atau sekitar Rp2.700. Ongkos bisa lebih mahal lagi bergantung pada seberapa jauh jarak yang ditempuh. Cara bayarnya berikan langsung ke sopir. Jika duduk terlalu jauh dari pengemudi, bisa mengopernya untuk diestafetkan.

Namun, pastikan terlebih dulu tujuannya dari jeepney itu sebelum menaikinya. "Perhatikan penanda destinasi yang ada di depan jeepney karena jangan sampai ketika naik justru turun di luar Filipina," ujar warga Manila Santiago Neil sembari tertawa.

Selain itu, hati-hati ketika baru saja menaiki jeepney. Lebih baik cepat duduk karena sopir tidak menunggu penumpangnya untuk duduk terlebih dahulu dan langsung menginjak gas. Sepanjang perjalanan juga akan terasa menyeramkan karena jeepney dipacu dengan cukup kencang.

Di masa yang akan datang, jeepney sepertinya hanya akan jadi barang antik yang bisa dilihat di museum karena pemerintah Filipina ingin ada kendaraan umum yang lebih nyaman, aman, dan hemat energi. (R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More