Rabu 04 Desember 2019, 22:01 WIB

Menteri KUKM Minta Konsolidasi Pengembangan UMKM Seluruh Lembaga

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Menteri KUKM Minta Konsolidasi Pengembangan UMKM Seluruh Lembaga

Mi/Ramdani
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

 

MENTERI Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Teten Masduki meminta seluruh kementerian dan lembaga yang melakukan pembinaan dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melakukan kolaborasi dan sinergi yang baik dan menghilangkan ego sektoral.

Dihadapan perwakilan 18 kementerian, perbankan dan lembaga keuangan, Teten optimistis pengembangan UMKM bisa terukur dan terarah bila dilakukan secara terintegrasi.

"Kita harus melakukan konsolidasi dan agregasi UMKM. Harus ada target dan komitmen yang jelas sehingga kapasitas dan daya saing bisa meningkat dan struktur ekonomi kita yang selama ini berbentuk piramida bisa menjadi lebih adil lagi," ujar Teten melalui keterangan resmi, Rabu (4/12).

Teten mengakui, pasar domestik saat ini sudah dibanjiri produk impor yang memiliki daya saing kuat dengan harga kompetitif, terlebih melalui pasar e-commerce.

Maka dari itu, penguatan tidak bisa dilakukan hanya dari sisi hulu atau produksi. Pengembangan juga harus dilakukan di sisi hilir atau pemasaran agar produk-produk UMKM bisa masuk ke pasar-pasar yang memang mudah diakses konsumen.

"Selama ini produk UMKM kita belum tersambung ke pasar dengan baik. Produk bagus sudah banyak. Pemasarannya yang belum layak," tuturnya.

Baca juga : Wapres Minta Perusahaan E-Commerce Bantu dan Dorong UMKM

Hal itu jelas membuat kinerja ekspor produk UMKM Tanah Air tertinggal dari negara-negara tetangga. kontribusi ekspor UMKM Indonesia masih berada di angka 14%.

Sementara Vietnam sudah menyentuh 17%, Malaysia 20% dan Thailand yang sudah mencapai 30%.

Adapun, Staf Ahli Menkop dan UKM Bidang Ekonomi Makro Hanung Harimba menekankan bahwa arah kebijakan pengembangan UMKM ke depan akan difokuskan pada produk yang berorientasi ekspor dan substitusi impor, pendekatan kelompok dan lintas sektoral, hingga penanganan sesuai karakteristik dan level usaha.

"Kalau dilakukan secara sendiri-sendiri kurang efektif. Kita butuh koordinasi dan sinergi yang baik antarkementerian", jelas Hanung.

Nantinya, agenda perubahan akan menciptakan integrasi UMKM dalam global value chain dan melahirkan enterpreneur baru.

Pemerintah juga akan embangun sistem market intelijen berbasis big data, termasuk penguatan sistem logistik yang harus terintegrasi supaya lebih efektif. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More