Rabu 04 Desember 2019, 21:41 WIB

Tarif Tol Layang jakarta-Cikampek Masih Dibahas

Hilda Julaika | Ekonomi
Tarif Tol Layang jakarta-Cikampek Masih Dibahas

Antara/Risky Andrianto
Tol layang Jakarta-Cikampek

 

JELANG beroperasinya tol layang Jakarta-Cikampek yang akan diuji coba pada 15 Desember mendatang, skema tarif tol layang itu masih terus dibahas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

"Sedang dibahas Kementerian PUPR dan BPJT karena menyangkut pengusahaan antara investor dengan pemerintah. Ini diharapkan ada hal yang bisa terintegrasi dengan yang bawah (Tol Cikampek-Jakarta). Besarannya belum bisa mengemukakan sekarang," ujar Djoko Dwijono, Direktur PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC), Rabu (4/12).

Meski begitu, sambungnya, berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), tarif yang tercantum untuk jalan tol di kisaran Rp1.250 per kilometer.

Maka penyesuaian dengan Tol Japek yang ada di bawagnya perlu dilakukan. Hal tersebut yang menjadi bahan pertimbangan sekaligus pembahasan oleh Jasa Marga dan Kementerian PUPR.

Menanggapi waktu penerapan tarif, APV Corporate Communication Jasa Marga Dwiman Heru Santoso mengingatkan setelah uji kelayakan dilakukan akan dikeluarkan sertifikat layak operasi.

Baca juga : Tol Layang Jakarta-Cikampek Sisakan Perbaikan Rambu Lalu Lintas

Setelah itu akan ada masa sosialisasi yang membuat pengguna lalu lintas tidak dipungut biaya (gratis) saat menggunakan tol Japek Elevated. Setelah itu, pemerintah akan menetapkan tarif resmi yang berlaku.

Di waktu terpisah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penetapan tarif Japek Elevated akan sedikit berbeda dengan tol-tol baru lain  di ruas Trans Jawa.

Pasalnya, Japek Elevated dianggap sebagai pelebaran ruas dari Tol Japek yang telah ada selama ini. Dengan begitu, tarif antara tol yang berada di atas dan di bawah harus sama.

Walaupun begitu, bukan berarti tarif Japek Elevated akan begitu saja mengikuti tarif Jakarta-Cikampek yang di darat.

Saat ini, tarif Tol Japek lama ditetapkan sebesar Rp225 per kilometer. Nilai tersebut dinilai terlalu rendah untuk diterapkan pada tol baru. Ada perbedaan tingkat inflasi pada masa investasi Japek lama dan Japek Elevated terkini.

"Rasio tarifnya masih dihitung. Tetapi yang pasti, tarif atas dan bawah akan sama. Yang atas akan diturunkan, yang bawah dinaikkan. Jadi ada keseimbangan baru," jelas Basuki. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More