Rabu 04 Desember 2019, 21:23 WIB

Kasus HIV/AIDS Di Yogyakarta Sudah Warna 'Merah'

Ardi Teristi Hardi | Humaniora
Kasus HIV/AIDS Di Yogyakarta Sudah Warna

Thinkstock
Ilustrasi

 

KASUS HIV/AIDS di Yogyakarta sudah menunjukkan warna 'merah' yang artinya sangat berbahaya dan harus disetop.

"Di DIY, (kasus HIV/AIDS) warnanya masih kuning, tapi sudah menjelang merah. Ini menjadi keprihatinan kita bersama," kata dia saat menghadiri
Seminar Hari AIDS Sedunia 2019 di Pendopo Dinas Kebudayaan DIY pada Rabu (4/12).

Sampai triwulan kedua 2019, di DIY tercatat 4.990 orang terinfeksi HIV, sedangkan yang masuk tahap AIDS sebanyak 1.689 orang. Sementara di Indonesia, kasus HIV AIDS sampai Januari 2019 berjumlah 326.281 orang. Indonesia pun masuk dalam daftar tujuh negara terburuk penanggulangan HIV AIDS di Asia.

Di Indonesia sampai saat ini masih banyaknya korban meninggal dunia serta kentalnya stigma negatif-diskriminatif kepada Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Stigma bagi penderita HIV/AIDS justru harus menjadi perhatian karena layaknya musuh dalam selimut (silence enemy).

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setyaning Astutie mengatakan, berdasarkan zero surveilans sentinel yang dilaksanakan di DIY, infeksi HIV pada ibu hamil belum mencapai angka 1%. Namun, angka infeksi pada ibu rumah tangga cukup tinggi sehingga perlu diwaspadai penularan HIV pada bayi, yang artinya mengarah pada epidemi meluas.

''Untuk itu, kami akan memastikan semua ibu hamil menjalankan screening HIV," kata dia.

Dengan itu, ibu hamil yang reaktif dipastikan mendapat pengobatan, memastikan ibu hamil yang reaktif menerima layanan kesehatan hingga persalinan sesuai standar,� pungkas dia. (OL-11)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More