Rabu 04 Desember 2019, 20:38 WIB

Saatnya Jalankan Aksi Kesepakatan Paris

Thalatie K Yani | Humaniora
Saatnya Jalankan Aksi Kesepakatan Paris

Antara
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar (kedua kiri) didampingi Wamen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Alue Dohong (kedua kanan)

 

WAKIL Ketua DPR Muhaimin Iskandar mengungkapkan implementasi dari pelaksanaan Kesepakatan Paris atau Paris Agrement pada Januari 2020 tidak semata menjadi tantangan bagi Indonesia, tapi juga negara-negara lain. Dibutuhkan keinginan politik dari seluruh negara yang terlibat dalam konvensi lingkungan hidup (UNFCCC-COP) 25.

“Implementasi Kesepakatan Paris atau Paris Agreement yang dimulai tahun 2020 tidak hanya menjadi tantangan Indonesia, namun juga negara lainnya, dan secara historis Indonesia memiliki peran penting sebagai pionir,” ujar Muhaimin dalam pembukaan Pavilion Indonesia di Feria de Madrid, Madrid, Spanyol, Rabu (4/12).

Sebagai pionir negara berkembang dalam menghadapi perubahan iklim, Indonesia berkomitmen mereduksi emisi sebesar 29% dengan upaya sendiri dan hingga 41% dengan bantuan internasional pada 2030. “Berbagai pengalaman Indonesia sejak dilaksanakannya COP-13 di Bali pada 2007 merupakan modalitas penting bagi implementasi Kesepakatan Paris di Indonesia,” cetusnya.

COP 25, kata Cak Imim, ditujukan untuk menyepakati dan menetapkan langkah-langkah penting PBB dalam menghadapi perubahan iklim. Salah satu agenda utamanya menindaklajuti kesepakatan COP 24 Katowice, Polandia, tentang pedoman implementasi Kesepakatan Paris. Negosiasi ini penting bagi Indonesia dalam rangka mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

“Saya mengajak semua komponen bangsa, lembaga legislatif baik pusat maupun daerah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, para ahli dan pemerhati perubahan iklim, dunia usaha, media, dan masyarakat luas untuk menyamakan persepsi, mengambil langkah kolektif untuk bergerak bersama-sama, karena Aksi Iklim adalah aksi kita semua,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama wakil menteri lingkungan hidup dan kehutanan Alue Dohong mengungkapkan Indonesia memiliki tujuan jangka panjangyang harus dicapai untuk semua pihak. “Kami mengajak semua negara untuk berkolaborasi menyelamatkan bumi kita.

“Kami telah menyampaikan apa yang telah kami janjikan dan kami meminta orang lain untuk melakukannya. Saya mengimbau semua delegasi untuk terlibat secara aktif dalam negosiasi, diskusi, pertemuan bilateral, pertemuan bisnis, atau tindakan kooperatif,” ujar Alue. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More