Kamis 05 Desember 2019, 01:00 WIB

Shareefa Daanish Kontribusi Kecil demi Masa Depan

Fathurrozak | Hiburan
Shareefa Daanish Kontribusi Kecil demi Masa Depan

MI/Agung Wibowo
Aktris Shareefa Daanish

 

NEGARA-NEGARA di dunia saat ini tengah membahas isu perubahan iklim dalam Konferensi Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change), yang tengah digelar di Madrid, Spanyol. Pertemuan yang juga dikenal dengan Conference on the Parties (COP) ini menjadi pertemuan negara-negara anggota PBB yang ke-25. Dalam laporan Media Indonesia (3/11), Indonesia menyatakan upaya untuk menurunkan emisi karbon hingga 29 persen.

Isu perubahan iklim juga menjadi perhatian aktris Shareefa Daanish, 37. Ia juga menyadari kondisi lingkungan yang semakin memburuk. Alasan utamanya untuk bersikap lebih peka pada lingkungan ialah generasi setelahnya, termasuk sang anak.

"Aku merasanya karena sayang anak. Trigger paling besar ialah anak. Apakah dunia ini masih layak ditinggali ketika ia tumbuh nanti?" papar aktris yang bermain di film garapan Ernest Prakasa, Imperfect, saat berkunjung ke redaksi Media Indonesia, Kedoya, Jakarta Barat, Senin, (2/12).

Untuk itu, ia pun berusaha memulai langkah perubahan dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap harinya. Contoh sederhana, membuang sampah di tempatnya menjadi hal dasar yang menurut Shareefa harus disadari setiap orang.

Hal konkret yang dirasakan Shareefa ialah saat ini suhu udara menjadi lebih panas. Menurutnya, itu merupakan fakta bahwa perubahan iklim nyata terjadi. "Orang mungkin beranggapan perubahan iklim itu terjadi nanti-nanti. Tapi kalau kita tidak melakukan perubahan kebiasaan sejak sekarang, generasi setelah kita yang merasakan dampak tidak enaknya," jelasnya.

Langkah lain yang dilakukan Daanish ialah tidak menggunakan kantung plastik dan menggalakkan penggunaan trasnportasi publik. Saat ia berkunjung ke redaksi Media Indonesia, dirinya pun membawa botol minum.

"Mungkin ada momen ketika harus banget naik mobil. Tapi aku berusaha untuk lebih sering naik kendaraan umum. Kontribusi kecil kita berpengaruh buat ke depannya. Kalau dari kita semua mulai sedikit-sedikit, tentu akan jadi dampak yang besar," ujarnya.

 

Penerimaan diri

Bermain di film Imperfect, Daanish berperan sebagai Fey. Film yang diangkat dari buku Meira Anastasia ini mengusung isu untuk berdamai dengan kondisi diri dan perilaku perisakan yang menyasar pada bentuk tubuh seseorang. Isu ini juga memiliki persinggungan dengan perjalanan hidup aktris yang memulai kariernya di dunia model.

"Pengalaman kurang baik semasa kecil yang saya terima, seperti verbal bullying, dikatain muka saya aneh. Saya dulu sempat bertanya, kenapa sih muka saya harus seperti ini? Diejek seperti beurit (bahasa Sunda: tikus), hideung (hitam), dan alien. Saya saat itu merasa pengin dibilang cantik juga," papar istri personel grup musik The S.I.G.I.T, Raden Farri Icksan Wibisana, ini.

Daanish pun butuh waktu lama untuk bisa berdamai dengan keadaan dirinya. Ia kemudian diterima di industri model yang menjadi awal mula berkarier. "Dari situ baru bisa merasa selama ini yang menjadi kekurangan saya, bisa menjadi kelebihan saya. Jadi sumber rezeki dari modelling." (H-3).

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More