Rabu 04 Desember 2019, 20:05 WIB

Thohir: BUMN Butuh Orang Loyal Ketimbang Pintar tapi Korupsi

Faustinus Nua | Ekonomi
Thohir: BUMN Butuh Orang Loyal Ketimbang Pintar tapi Korupsi

Antara
Erick Thohir

 

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) fokus merestrukturisasi jajaran direksi dan komisaris perusahaan-perusahaan pelat merah. Terkait direksi atau pun komisaris ideal, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan orang 'pintar'.

"Saya tidak perlu orang pinter, tapi orang yang bisa solid berkerja sama, gotong-royong supaya semua pinter," kata Erick di Pasific Place, Jakarta (4/12).

Orang pintar yang dimaksud Erick adalah direksi atau komisaris yang tidak mempunyai akhlak yang baik dan loyalitas kepada Presiden. Menurutnya, oknum seperti itu hanya bekerja untuk memperkaya diri sendiri dan memanfaatkan posisi di BUMN untuk kroni-kroninya juga. Hal itu, lanjutnya justru akan menghambat kinerja perusahaan plat merah dan bahkan merugikan negara.

Untuk itu Erick menekankan pada akhlak individu yang baik karena jabatan yang diemban para direksi dan komisaris merupakan amanah.

Begitu pula dengan loyalitas, dirinya ingin direksi atau komisaris mempunyai loyalitas yang tinggi kepada Presiden. Pasalnya, para direksi dan komolisaris mencari nafkah di BUMN yang tidak lain adalah milik negara.

"Nah kalau mereka tidak loyal, ya gak usah aja di BUMN, jadi aja swasta. Jadi gak usah di sini," tegas Erick.

Dia menambahkan bahwa direksi ataupun komisaris tidak boleh mengkritik Pemerintah melalui media. Menurutnya ada kesempatan dimana mereka bisa bertemu dengan Pemerintah dan menyampaikan kritikan atau pun masukan.

"Iya dong kalau dia kerja di BUMN mengkritisi BUMN tapi lewat media itu kan gak etis. Orang cari makannya di BUMN," pungkasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More