Rabu 04 Desember 2019, 19:16 WIB

Perpanjangan Rute MRT Sampai Tangsel Direncanakan Jalur Layang

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Perpanjangan Rute MRT Sampai Tangsel Direncanakan Jalur Layang

MI/Andry Widyanto
kereta MRT di Depo MRT lebak bulus yang berbatasan dengan Tangerang Selatan, Banten

 

DALAM studi kelayakannnya untuk perpanjangan rute Moda Raya Terpadu (MRT) dari Lebak Bulus hingga Rawa Buntu, Tangerang Selatan, PT MRT Jakarta merencanakan jalur tersebut dibangun melayang.

Corporate Secretary Head Division PT MRT Jakarta Muhammad Kamaludin menyebut dengan membuat jalur layang, pihaknya tidak perlu banyak melakukan pembebasan lahan.

Sementara itu, total panjang rute MRT dari Lebak Bulus dipastikan mencapai 27 km.

"Kita, PT MRT Jakarta membuat studi kelayakan terkait rute tersebut dari Lebak Bulus sampai Rawa Buntu sepanjang 27 km. Itu nantinya layang bukan di bawah tanah," kata Kamal saat dikonfirmasi Media Indonesia, Rabu (4/12).

Namun demikian, Kamal urung menyebut berapa estimasi dana yang dibutuhkan untuk pembangunan rute tersebut. Pun dengan angka estimasi jumlah penumpang yang berpotensi menggunakan MRT pada rute tersebut,

Baca juga : MRT akan Menjangkau Ancol

ia menyebut belum bisa mengungkapnya karena belum ada keputusan resmi pembangunannya.

"Karena kami belum mendapat izin dan rute itu juga belum dipastikan siapa yang membangun. Kami hanya membuat studinya. Kalau nanti kami yang ditugaskan pun tidak ada masalah," ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya mendukung penuh bila Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) hendak mendorong pembangunan perpanjangan rute MRT koridor Selatan-Utara itu.

"Ya siapapun kami dukung karena itu kan untuk memperluas angkutan massal supaya orang lebih mudah bermobilitas serta berpindah ke angkutan massal," tegasnya.

Sebelumnya, BPTJ mengungkapkan akan membangun perpanjangan rute MRT koridor Selatan-Utara Lebak Bulus-Bundaran HI. Rute akan diperpanjang dari Lebak Bulus hingga ke Tangerang Selatan tepatnya Rawa Buntu. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More