Rabu 04 Desember 2019, 18:02 WIB

Infrastruktur Buruk, Petani Garam Kesulitan Distribusi

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Infrastruktur Buruk, Petani Garam Kesulitan Distribusi

Antara/Hafidz Mubarak A
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

 

PETANI garam di Indonesia kerap mengalami kesulitan dalam mendistribusikan hasil panen.

Minimnya infrastruktur jalan dari lokasi tambak ke pasar menjadi alasan utama.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan para petani seringkali merogoh kocek tinggi hanya untuk mengirim garam-garam yang diproduksi.

"Ongkos angkut bisa lima kali lipat dari harga garam itu sendiri. Garam hanya Rp200 per kg, ongkosnya sampai Rp1.200 per kg," ujar Edhy di Jakarta, Rabu (4/12).

Melihat kondisi itu, dia pun meminta bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun infrastruktur jalan yang menghubungkan kota besar dengan lokasi tambak.

Baca juga : Menteri Edhy Berusaha Tekan Impor Garam

"Tidak harus jalan besar. Tidak harus aspal yang tebalnya bermili-mili. Setidaknya jalan itu bisa dilalui kendaraan pick up," tuturnya.

Adapun, Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono mengakui pihaknya selama ini memang kesulitan melakukan komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Selama ini kami hanya membangun dan merevitalisasi tambak serta pembangunan permukiman nelayan," ucap dia.

Selama lima tahun terakhir, Kementeriann PU-Pera telah membangun 410.000 tambak garam dan merehabilitasi 3.740 tambak garam di sleuruh Indonesia. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More