Rabu 04 Desember 2019, 13:24 WIB

Indonesia Gagal Manfaatkan Potensi Industri Perikanan

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Indonesia Gagal Manfaatkan Potensi Industri Perikanan

ANTARA/Fanny Octavianus
Nelayan membongkar hasil tangkapan mereka di Tempat Pelelangan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara.

 

BADAN Perencanaan Pengembangan Nasional (Bappenas) menyebut industri perikanan di Tanah Air memiliki potensi ekonomi mencapai US$160 miliar atau menyumbang 11% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Namun, sayangnya, sekarang potensi itu masih belum bisa dicapai karena masih minimnya prasarana dan sarana pendukung untuk mendorong sektor tersebut.

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, sebagai negara yang memiliki perairan sangat luas, Indonesia sama sekali tidak memiliki pasar ikan internasional.

Hal itu, menurut Suharso, sebuah kesalahan fatal yang tidak pernah dibenahi sehingga tidak bisa mengangkat kinerja industri perikanan.

Filipina saja yang secara geografis jauh lebih kecil dari Indonesia memiliki General Santos sebagai pasar ikan internasional. Di selatan, ada Freemantle yang menjadi andalan bagi Australia.

"Akhirnya para pembeli global masuk ke dua negara itu, tidak ke Indonesia. Padahal perairan kita luas, ikan kita banyak," ujar Suharso di Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Rabu (4/12).

Dia mengatakan ikan tangkapan yang jadi primadona di dua pasar ikan internasional yang mengapit Indonesia adalah bluefin dan yellowfin.

Berdasarkan penelitian, dua jenis ikan itu pada saat remaja, berbondong-bondong masuk ke Teluk Tomini di Sulawesi Utara karena suhu perairan yang hangat. Kemudian, setelah dewasa, bluefin bergerak ke utara dan yellowfin ke selatan.

"Dan kita diam saja melihat ikan-ikan itu pergi," tuturnya.

Sedianya, Japan International Cooperation Agency (JICA) pernah mengusulkan untuk membangun pasar ikan internasional di Likupang, daerah yang juga berada di Sulawesi Utara dan sangat dekat dengan Teluk Tomini.

Berbagai infrastruktur pendukung telah dimiliki Likupang untuk menjadi pasar ikan internasional seperti hotel bintang lima, lampu malam, anjungan dan lain sebagainya.

"Namun tidak disambut baik pemerintah saat itu. Akhirnya sekarang Likupang jadi destinasi wisata," tandasnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan pihaknya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk bisa menyediakan infrastruktur perikanan guna mengangkat kinerja sektor tersebut. (Pra/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More