Rabu 04 Desember 2019, 09:34 WIB

KONI Provinsi Jambi Siapkan Bonus untuk Para Atletnya

Despian Nurhidayat | Olahraga
KONI Provinsi Jambi Siapkan Bonus untuk Para Atletnya

ANTARA FOTO/Humaira
Pemain Timnas polo air putra Indonesia Rian Rinaldo (kiri) berebut bola dengan pemain Malaysia Chin Jin Yuen di SEA Games 2029.

MENYUSUL keberhasilan tim polo air dala menyumbangkan medali emas pertama untuk Indonesia di SEA Games 2019. Atlet polo air asal Jambi, Yusuf Budiman dan Rian Rinaldo, dijanjikan bonus oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Indra Armendalis mengatakan bahwa rencana pemberian bonus tersebut sudah dibicarakan dengan Gubernur Jambi Fachori Umar setelah ada kepastian atlet dari daerah mereka mampu berprestasi di ajang dua tahunan terbesar di Asia Tenggara tersebut.

"Insya Allah, Yusuf dan Rian akan tiba menggunakan pesawat Batik Air pukul 12.55 WIB di bandara Jambi dan kemudian akan diarak menuju kantor KONI Jambi dan makan siang bersama," ungkap Indra Armendalis dilansir dari keterangan resmi, Rabu (4/12).

Lebih lanjut, Indra menambahkan KONI Jambi tidak hanya menyiapkan bonus untuk Yusuf Budiman dan Rian Rinaldo saja, tapi juga bonus untuk atlet asal Jambi lainnya yang meraih medali seperti Juliana Klarisa yang merupakan peraih medali perunggu angkat besi.

"Tali asih (bonus) untuk Yusuf dan Rian rencananya akan diberikan langsung oleh Gubernur Jambi di rumah dinas Kamis (13/12) pekan depan," lanjutnya.

Diketahui terdapat 13 atlet Jambi yang ikut memperkuat kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2019 Filipina. Mereka adalah Andriani Riska, Andrianto Joko, Abdurrahim, dan Dede Saputra dari cabor dayung.

Berikutnya ialah Mutiara Putri Rahma, Abun Nawan dan Mirda Wahyuni dari petanque. Aprilia Anggara, Angger Darmawan dan Angger Setiawan yang memperkuat tim senam. Yusuf Budiman dan Rian Rinaldo dari polo air, dan Juliana Klarisa yang memperkuat tim angkat besi. (Des/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More