Rabu 04 Desember 2019, 08:04 WIB

Sidang Vonis Bowo Sidik Digelar Hari Ini

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Sidang Vonis Bowo Sidik Digelar Hari Ini

MI/PIUS ERLANGGA
Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi mantan anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso.

 

TERDAKWA kasus dugaan suap dan gratifikasi, Bowo Sidik Pangarso, akan menjalani sidang pembacaan vonis dari Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Mantan Anggota Komisi VI DPR itu akan mendengarkan amar putusan atas tuntutan jaksa penuntut umum. Informasi yang dihimpun, pembacaan putusan akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (4/12). Sidang dengan nomor perkara 81/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.Pst diagendakan pada pukul 09.10 WIB.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Bowo dihukum tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.

Bowo diyakini menerima suap dari Marketing Manajer Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK) Asty Winasti dan Direktur PT HTK Taufik Agustono.

Bowo juga diyakini menerima gratifikasi S$700 ribu dan Rp600 juta. Penerimaan uang itu bertentangan sebagai anggota Komisi VI dan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Baca juga: Diskon Hukuman Koruptor Berlanjut

Jaksa juga menuntut pidana tambahan. Hakim diminta menolak permohonan justice collaborator (JC) serta mencabut hak politiknya selama lima tahun setelah menjalani pidana pokok.

Dalam nota pembelaan atau pleidoinya, Bowo meminta keringanan hukuman serta hak politiknya tidak dicabut. Permintaan itu atas dasar Bowo telah mengembalikan uang suap dan gratifikasi yang dinikmatinya ke negara.

"Saya memohon kepada majelis hakim yang mulia tidak mencabut hak politik saya dipilih dalam jabatan publik dengan alasan atas peristiwa-peristiwa yang didakwakan kepada saya," kata Bowo di Pengadilan Tipikor Jakarta, 20 November 2019 lalu.

Dalam perkara suap, Bowo disebut menerima US$163.733 dan Rp
311.022.932. Uang itu diberikan agar Bowo membantu PT HTK mendapatkan kerja sama pekerjaan pengangkutan atau sewa kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PT Pilog).

Suap yang diterima Bowo dalam kurun waktu 1 Oktober 2018-27 Maret 2019, secara langsung maupun melalui orang kepercayaannya, M Indung Andriani K.

Bowo juga diyakini menerima suap dari Direktur Utama PT Ardila Insan Sejahtera (AIS) Lamidi Jimat. Anggota DPR periode 2014-2019 itu menerima Rp300 juta dari Lamidi. Bowo menerima suap karena telah menjembatani PT AIS menagihkan pembayaran hutang ke PT Djakarta LLOYD.

Dalam perkara suap, perbuatan Bowo dinilai melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan dalam perkara gratifikasi, ia dinilai melanggar Pasal 12 B ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 KUHP. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More