Selasa 03 Desember 2019, 23:04 WIB

Teknologi Geospasial Penting Dalam Revolusi Industri 4.0

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Teknologi Geospasial Penting Dalam Revolusi Industri 4.0

Dok. Esri Indonesia
Seminar soal teknologi geospasial dalam G Days UI

 

SEBAGAI bagian dari peringatan GIS (Geographic Information System) Day 2019, Esri Indonesia mendukung acara Geography Days 2019 (G-Days 11th) yang diselenggarakan oleh Program Studi Geografi Universitas Indonesia (UI).

Acara itu berlangsung sejak 27 November hingga 7 Desember 2019 dengan rangkaian utama yang terdiri dari Seminar Nasional, Olimpiade Geografi Nasional, Lomba Karya Tulis Ilmiah, Kompetisi ISOGIS, Workshop, Bedah Jurusan dan Festival Musik.

CEO Esri Indonesia Achmad Istamar mengatakan, geografi memegang peranan penting dalam revolusi industri 4.0,

"Yaitu menjadikan data sebagai poros utama pembangunan," kata Istamar dalam seminar bertema “Peran Big Data Spasial di Era 4.0 yang jadi rangkaian G-Days 2019.

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI Abdul Haris mengatakan, pengelolaan informasi geografi untuk membangun wilayah perlu didukung dengan teknologi mutakhir, pengembangan sumber daya manusia, dan pengabdian kepada masyarakat serta melakukan penelitian ilmiah untuk memberikan solusi dari kegiatan yang ada di masyarakat.

Baca juga : ESRI Manfaatkan Teknologi Geospasial Bantu Penanganan Karhutla

Rektor UI Muhammad Anis menegaskan, teknologi geospasial telah menjadi faktor unggulan dalam revolusi industri keempat (4.0). Menurutnya, teknologi Geospasial adalah teknologi yang dapat menjadi suatu benang emas yang menghubungkan serta mengintegrasikan berbagai data, dan berbagai teknologi yang berkaitan dengan industri 4.0.

"Teknologi Geospasial akan membantu manusia untuk memahami begitu banyak stream data yang ada saat ini. Teknologi geospasial juga akan membantu memberikan konteks terhadap data yang saat ini jumlahnya begitu banyak," ujarnya.

Di era informasi yang serba cepat saat ini, teknologi Big Data Spasial dan kecerdasan buatan (AI) sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu implementasi dari kedua teknologi tersebut adalah kebijakan satu peta (one map policy) yang menjadi fondasi bagi pembangunan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan Revolusi Industri.

Selain itu, manajemen data spasial juga diperlukan untuk mitigasi kebencanaan hingga pembangunan wilayah.

Dengan mengadakan kegiatan bersama Universitas Indonesia, Esri Indonesia berharap bahwa pemahaman masyarakat luas akan teknologi kecerdasan buatan dalam aspek spasial (Geo AI) meningkat.

Di tahun ini Esri Indonesia menggelar kegiatan GIS Month 2019 dalam rangka memperingati perayaan GIS sedunia yang jatuh pada 13 November dengan mengadakan berbagai aktivitas eksplorasi terhadap teknologi GIS yang diadakan selama sebulan penuh. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More