Selasa 03 Desember 2019, 21:51 WIB

Mundurnya Bamsoet dari Pencalonan Ketum Golkar Perlu Diapresiasi

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Mundurnya Bamsoet dari Pencalonan Ketum Golkar Perlu Diapresiasi

Antara/Nova Wahyudi.
Bambang Soesatyo (kiri) dan Airlangga Hartarto.

 

PENGAMAT politik menilai perlu diapresiasi keputusan mundurnya Bambang Soesatyo dari pencalonan sebagai ketua umum Golkar 2019-2024 jelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang baru dibuka Selasa (03/12) malam di Hotel Rtiz-Carlton, Kuningan, Jakarta.  

Pengunduran diri Bambang Soesatyo atau Bamsoet diumumkannya setelah bertemu tokoh senior Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (03/12) siang.

Kepada media di Jakarta, Selasa (03/12), pengamat politik dari Parameter Research Consultant, Edison Lapalelo mengatakan,” Sesungguhnya kita tidak perlu menanggapi keputusan mundurnya Bambang Soesatyo.”

“Tetapi kita seharusnya mengapresiasi tindakan Bambang Soesatyo yang kini menjabat Ketua MPR, bahwa itu adalah tindakan Politis yang sangat baik dan cantik dalam dinamika partai Golkar,” ujar Edison.  

Menurut Edison, Bamsoet adalah salah satu tokoh partai yang sangat penting di Golkar sekarang. “Saya kira kita sudah bisa membayangkan dari beberapa saat lalu, karena itu kemarin saya menyampaikan bahwa 'kompromi politik’ adalah langkah cantik untuk dinamika partai Golkar.”

Saat ditanya apakah kepusutan Bamsoet dipengaruhi dukungan Airlangga yang masih menjadi Ketua Umum Partai Golkar cukup kuat? Edison menilai bahwa pengunduram itu bukan soal dukungan Airlangga besar atau dukungan ke Bamsoet kecil.

“Tetapi sudah menyangkut akselerasi politik dan momentum politik Partai Golkar dikancah nasional ataupun dunia. Karena saya melihat Airlangga mampu menjaga dinamika, sementara Bamsoet mampu mengelolah dinamika,” papar Edison.

“Jjadi kalau di ujungnya mereka saling berkompromi saya kira itu adalah good job politik yang hari ini akan menjadi trend politik yang baik. Kedua tokoh ini telah menghibahkan dirinya untuk mengukuhkan Partai Golkar dalam sejarah politik dunia,” jelasnya.

Saat ditanya apakah ada Kompensasi atau komitmen terkait mundurnya Bamsoet? “Loh... Itukan dinamika politik,  tidak usah kita ‘kepoin’ apa yang menjadi kompensasi atau komitmen bahkan deal politik antara mereka,” jawa Edison.

 Namun yang terpenting, Edison menegaskan bahwa Bamsoet dan Erlangga telah menunjukan kepada Indonesia bahkan dunia, bahwa mereka adalah tokoh politik yang sangat terbuka.

Artinya, tegas Edison, kedua politisi partai bergambar beringin itu masih mau mendengar nasihat para seniornya, mau melihat kepentingan partai politik, mau melihat situasi politik nasional secara bersama yang berdampak pada seluruh segmen kehidupan. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More