Rabu 04 Desember 2019, 05:15 WIB

Di Bengawan Solo, Toleransi Ganjar Hanya 1 Tahun

MI | Nusantara
Di Bengawan Solo, Toleransi Ganjar Hanya 1 Tahun

Dok. MI
Sungai Bengawan Solo

 

SETAHUN ke depan, Sungai Bengawan Solo belum akan lepas dari hadangan limbah. Namun, sesuah itu, perusahaan yang masih membuang limbah tanpa diolah akan berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Ancaman itu dilontarkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Gemas dengan kondisi sungai legendaris yang mendunia itu, ia mengumpulkan 15 pengusaha besar yang perusahaannya berada di aliran Bengawan Solo di kantornya, kemarin. Puluhan perwakilan industri sedang, UKM dan peternakan, juga datang.

“Saya memberi waktu selama 12 bulan kepada mereka untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah. Selama kurun waktu itu, aktivitas pembuangan limbah ke sungai harus dihentikan,” tegas Ganjar.

Saat perbaikan sistem pengolahan limbah memakan waktu tidak cukup satu tahun, ia mensyaratkan perusahaan harus meminta izin khusus dari gubernur.
“Nanti akan kami pantau perkembangannya.”

Posisi perusahaan pencemar tersebar mulai dari Wonogiri, Sragen, Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, Solo, Boyolali sampai Blora. Ganjar mengakui untuk perusahaan besar tidak ada persoalan untuk membangun instalasi pengolahan limbah yang baik.
Namun, perusahan sedang dan UKM sangat terkendala. “Industri batik, tahu, dan ciu yang ada di aliran sungai itu, sangat sulit. Karena itu, saya menawarkan untuk membangun IPAL bersama, yang juga difasilitasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tandasnya.

Pencemaran di Bengawan Solo sudah sangat serius. Limbah pabrik membuat air menjadi hitam, ikan mati dan PDAM tidak berani menggunakannya sebagai air baku. Di aliran ini ada 142 industri kecil alkohol, 37 industri tahu, puluhan industri batik serta industri peternakan.

Di Sumatra Utara, pemerintah provinsi mencanangkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah untuk mengurangi timbunan sampah. Pencanangan gerakan itu dipusatkan di Kabupaten Deliserdang, kemarin.

“Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut mengelola sampah. Dengan pemilahan di rumah tangga, pemerintah daerah lebih mudah melakukan pengangkutan dan pengelolaan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Binsar Situmorang. (HT/YP/N-2)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Kasus Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 21 Orang

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 02:00 WIB
Sebanyak 718 orang sembuh, 118 menjalani perawatan di rumah sakit/isolasi mandiri, dan 31 orang meninggal...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Gubernur Sumut Larang Warganya Jual Sertifikat Tanah dari Jokowi

👤Yoseph Pencawan 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 23:50 WIB
Edy mengingatkan agar sertifikat yang telah diberikan dapat dijaga dengan baik dan diperuntukkan bagi usaha pertanian dan...
Ist

DPW NasDem Sulteng Bantu Siswa Belajar Daring

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 21:45 WIB
Gerakan itu akan dilakukan secara serentak yang menghasilkan 23 spot wifi gratis se-Kota Palu. Mulai dari Kecamatan Palu Barat, Palu Timur,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya