Rabu 04 Desember 2019, 04:30 WIB

Kementan-PU Pera Kolaborasi Infrastruktur

MI | Ekonomi
Kementan-PU Pera Kolaborasi Infrastruktur

ANTARA
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono

 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono sepakat melaksanakan ­sinergi pengembangan infrastruktur pertanian.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Pertanian dan Kementerian PU-Pera yang dilaksanakan di Kantor Kementerian PU-Pera, Jakarta, kemarin.

“Pertemuan ini adalah bukti dan komitmen Kementerian PU-Pera dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional,” kata Basuki.

Adapun ruang lingkup pengembangan yang akan dilakukan meliputi sistem irigasi dan lahan pertanian, terutama untuk komoditas padi. Kerja sama juga diterapkan dalam hal operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana.

“Kami juga akan melakukan kerja sama pertukaran data dan informasi hasil penelitian, pengembangan, serta pemanfaatan produk pertanian sebagai bahan baku konstruksi, seperti penggunaan karet alam sebagai campuran aspal,” ujar Basuki.

Kementan dan Kementerian PU-Pera, menurut Basuki, harus direkatkan dan seiring sejalan. Pasalnya, sebagian besar urusan pertanian berkaitan dengan air yang perlu ditunjang dengan infrastruktur yang optimal.

Dalam kesempatan itu, Syahrul menyampaikan bahwa kerja sama itu menjadi kunci dalam menyelesaikan tugas-tugas besar.

Dia berkomitmen untuk bersi­nergi dan melakukan diplomasi dengan seluruh mitra kerja yang punya peran penting dalam sektor pertanian termasuk tata kelola air. Pengembangan dan pemanfaatan teknologi modern pada pertanian sudah menjadi keharusan.

“Kerja sama ini adalah salah satu bentuk konsolidasi teknokratik. Tidak mungkin Kementan bekerja sendiri untuk memenuhi pangan 267 jiwa rakyat Indonesia. Kerja sama ini jangan dibatasi hal-hal teknis. Kita mulai inisiasi ke ranah sistem, manajemen, dan rekayasa teknologi,” kata Syahrul.

Ia optimistis kolaborasi dengan Kementerian PU-Pera bisa mendongkrak produktivitas hasil pertanian di dalam negeri sehingga target peningkaan ekspor produk agrikultur bisa segera tercapai.

“Kami akan fokus meningkatkan produksi pangan di tujuh sampai sepuluh provinsi. Provinsi-provinsi di luar itu kita arahkan sebagai penyangga,” tandas Syahrul. (Pra/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More