Rabu 04 Desember 2019, 04:05 WIB

Garuda Angkut Moge Ilegal

M Ilham RA | Ekonomi
Garuda Angkut Moge Ilegal

ANTARA
Menteri Keuangan Sri Mulyani

 

PETUGAS Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta menyita kargo berisi sepeda motor gede (moge) bermerek Harley Davidson dan beberapa barang mewah lain yang diduga diselundupkan lewat pesawat Airbus A330-900 yang baru saja dipesan maskapai Garuda Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan barang-barang mewah itu diduga diselundupkan dengan memanfaatkan pelonggaran kebijakan ekspor-impor yang tengah dilakukan pemerintah.

“Begitu kita buat kemudahan, ada saja yang menjadi penumpang gelapnya menggunakan kemudahan itu untuk hal-hal lain. Penyelundupan, misalnya. Dilema seperti ini selalu kita hadapi terus-menerus,” terangnya dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Jakarta, kemarin.

Sejatinya, sambung Sri, pelonggaran kebijakan itu diambil untuk menjawab keluhan yang selama ini disampaikan para pelaku usaha. Pemerintah dinilai terlalu ketat dalam menyikapi barang masuk dari luar negeri.

Dalam meladeni keluhan itu, imbuhnya, pemerintah berbenah diri dan mengevaluasi kebijakan yang kerap dikeluhkan tersebut.

“Tapi begitu keluar kebijakan yang memudahkan pelaku usaha, justru dijadikan momentum pula oleh ­oknum untuk menyelundupkan barang-barang,” ujar Sri.

Pada Minggu, 17 November 2019, di pesawat Airbus A330-900 yang baru saja mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, petugas Bea dan Cukai menemukan 18 boks besar yang tidak tercantum di manifes pesawat. Begitu satu per satu boks itu dibuka, petugas menemukan satu moge Harley Davidson yang dibawa secara terurai. Jika masuk secara resmi, bea masuk moge tersebut berkisar Rp50 juta.

Di dalam pesawat baru pesanan Garuda Indonesia yang diterbangkan dari pabriknya di Toulouse, Prancis, itu petugas juga menemukan dua sepeda bermerek Brompton yang harga satu unitnya berkisar puluhan juta rupiah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga angkat bicara. Pihaknya akan menindaklanjuti persoalan itu sesuai aturan terkait.

“Tapi karena itu adalah penerbangan perdana, tentu akan ­mengaitkannya dengan regulasi. Saya belum mengklarifikasi terkait itu, nanti saya tunggu Ibu Dirjen yang akan mengklarifikasi apa yang terjadi,” kata Menhub, kemarin.


Direksi ikut serta

Dalam keterangan resmi, manajemen Garuda Indonesia mengakui ada karyawannya yang membawa moge Harley Davidson limited edition tersebut, termasuk dua sepeda Brompton, di pesawat baru Garuda tersebut.

“Bersama ini disampaikan bahwa yang terjadi ialah adanya karyawan yang membawa beberapa sparepart dalam penerbangan tersebut,” kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, kemarin.

Ikhsan mengakui ada jajaran direksi Garuda Indonesia yang ikut di pesawat dalam perjalanan dari Prancis tersebut. Jajaran direksi berada di dalam pesawat karena sebelumnya mengikuti serah terima pesawat dari pabrik pembuatnya. (Van/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More