Selasa 03 Desember 2019, 20:15 WIB

Dokter Kewalahan Atasi TB, Minta Dijadikan Isu Nasional

Atalya Puspa | Humaniora
Dokter Kewalahan Atasi TB, Minta Dijadikan Isu Nasional

Antara/Aditya Pradana Putra
kampanye pencegahan penyakit tuberkolosis (TB)

 

DOKTER penyakit dalam subspesialis pulmonologi Erlina Burhan menyatakan pemerintah harus memiliki komitmen yang kuat untuk mengatasi permasalahan tuberkolosis (TB) di Indonesia.

Erlina mengaku, saat ini dokter di Indonesia sudah mulai kewalahan untuk menangani penyakit TB di Indonesia yang kian hari kian memburuk. Dirinya menilai, penanganan penyakit TB bukan hanya sebatas urusan dokter. Lebih jauh dari itu, TB juga harus diatasi dari segi politis.

"Saya di lapangan, dokter itu sudah tidak sanggup menghadapi TB. TB adalah persoalan semua orang, bukan hanya dokter saja. Kita tidak bisa kalau hanya ini dibebankan pada kita. 50% kasus yang saya temukan, TB bukan hanya masalah kesehatan, tapi lebih dari itu, masalah sosial," kata Erlina di Komisi IX DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (3/12).

Erlina menuturkan, di lapangan, dirinya banyak menemukan dua hal yang menjadi masalah sosial dalam kasus TB di Indonesia, yaitu ketidakmampuan masyarakat kurang mampu untuk melakukan pengobatan dan kesadaran masyarakat akan bahaya TB yang dinilainya masih kurang.

"Selama ini memang hanya departemen kesehatan saja yang bekerja menangani TB. Dan belum ada komitmen dari pemangku kebijakan politik tertinggi. Kalau sekarang pemerintah bilang mau eliminasi TB, saya yakin masyarakat akan ikut. Kalau dikter yang bicara gak akan didengar. Komitmen itu yang nenurut saya belum cukup dari pemerintah," tuturnya.

Baca juga : Setiap Hari 250 Orang Meninggal akibat TBC di Indonesia

Untuk itu, dirinya meminta agar Komisi IX menjadikan TB sebagai isu nasional agar penyakit TB dapat segera dieliminasi dari Indonesia.

"Saya harap, Komisi IX komitmennya dinaikkan, mustinya sampai Presiden yang bicara, bahwa TB di Indonesia harus dieliminasi. Karena TB sekarang bukan cuma TB, tapi ada juga yang resisten obat, dan 50% pasien saya meninggal. Ini butuh komitmen untuk menyelamatkan kita semua," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Penasihat Stop TB Indonesia Rizali W. Indrakesuma menyatakan pihaknya tengah melakukan studi banding untuk mengatasi penyakit TB di Indonesia dari India.

Dirinya mengungkapkan, India sebagai masyarakat pengidap TB terbanyak di dunia saat ini tengah melakukan percepatan untuk penanganan TB.

"Dimana-mana kita dengar stunting. Tapi TB makin lama makin mengemuka. Kami melihat ke negara tetangga, india yang menduduki peringkat pertama. Langkah yang dilakukan India demikian banyak. Kita melakukan pendekatan untuk mempelajari langkah yang dilakukan India," ucapnya.

"Salah satunya, India memberikan insentif supaya pasien mau berobat. Kita baru sebatas menyediakan obat. India bisa kita contoh, sementara kita melakukan upaya yang ada saat ini," imbuhnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More