Selasa 03 Desember 2019, 19:36 WIB

Kata Garuda Soal Ada Karyawan Bawa Barang Ilegal di Pesawat

 Faustinus Nua | Ekonomi
Kata Garuda Soal Ada Karyawan Bawa Barang Ilegal di Pesawat

AFP/BEN STANSALL
ilustrasi pesawat Airbus A330-900 Neo

 

PT Garuda Indonesia (persero) Tbk baru saja mendatangkan pesawat baru milik perseroan tipe Airbus A330-900 Neo dari Toulouse, Prancis menuju Bandara Soekarno-Hatta. Namun Ditjen Bea dan Cukai menyebut terdapat pelanggaran kepabeanan dalam penerbangan tersebut. 

Pasalnya, pesawat tersebut membawa onderdil seri terbatas (limited edition) motor Harley Davidson dan sepeda Brompton milik karyawan perusahaan pelat merah tersebut.

Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ikhsan Rosan, mengungkapkan bahwa terdapat jajaran direksi perseroan yang turut dalam penerbangan tersebut.

"Ada direksi (dalam penerbangan itu). Ya pokoknya direksi ada yang hadir," kata dia di komplek Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/12).

Terkait siapa saja jajaran direksi yang turut dalam penerbangan itu, Ikhsan tidak mengatakan jumlah dan nama direksi yang ikut. Akan tetapi karena penerbangan tersebut untuk menjemput pesawat baru maskapai plat merah, ada jajaran direksi yang turut serta di dalamnya.

"Kita menjemput pesawat, ada serah terima di situ jadi harus ada direksi. Ada (juga) petugas-petugas kita yang di dalam ada bagasi dia," imbuhnya.

Baca juga: Kronologi Onderdil Selundupan Ditemukan di Pesawat Garuda

Dijelaskannya, direksi tidak mengetahui adanya barang ilegal yang dibawa karyawannya. Seluruh barang yang dibawa di dalam pesawat, lanjutnya  juga sudah dilaporkan kepada petugas kepabeanan (self declared) termasuk bawaan (bagasi) karyawan yang onboard dalam penerbangan tersebut.

Pemeriksaan Bea Cukai tidak mengindikasikan adanya pelanggaran kepabeanan pada bagian cockpit dan kabin penumpang. Namun pada bagasi ditemukan beberapa spare part motor besar yang tidak diproduksi di Indonesia yang dibawa oleh karyawan yang ikut dalam penerbangan.

"Setelah kejadian (ditemukan barang ilegal) direksi baru mengetahui. Kita pasti melihatnya dan ke depan akan ada perbaikan prosedur. Khusunya tentang barang-barang kargo, bagasi penumpang kita akan buat lebih ketat," tutup Ikhsan. (A-4)

Baca Juga

MI/RAMDANI

Pengusaha Keluhkan Masih Tingginya Bunga Kredit

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 25 November 2020, 17:55 WIB
Apindo menyarankan, bunga kredit bank segera diturunkan agar dunia usaha nasional bisa segera masuk rantai pasok...
Antara/Aditya Pradana

Jumlah Penumpang Libur Nataru Diprediksi Turun Tajam

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 25 November 2020, 17:21 WIB
Kemenhub memperkirakan hampir semua moda transportasi mengalami penurunan jumlah penumpang. Terkecuali, jasa penyeberangan kapal...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Wapres: Keamanan Layanan Digital Jadi Penentu Masa Depan Fintech

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 25 November 2020, 17:20 WIB
Dalam empat tahun terakhir, terdapat 500 penyelenggara fintech dalam berbagai bentuk dan layanan dibandingkan pada 2016 yang saat itu hanya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya