Selasa 03 Desember 2019, 19:33 WIB

Angin Kencang Terjang Tasikmalaya dan Sumenep

Adi kristiadi/Mohammad Ghazi | Nusantara
Angin Kencang Terjang Tasikmalaya dan Sumenep

Antara
Ilustrasi

 

HUJAN deras disertai angin kencang telah merobohkan sebuah baliho berukuran besar tepatnya di alun-alun, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (3/12) petang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun tetapi kendaraan dari Tasikmalaya menuju Bandung tersendat kemacetan.

"Angin kencang yang terjadi pukul 16.00 WIB telah menyebabkan sebuah baliho berukuran besar roboh dan beruntung tidak menimpa kendaraan bermotor, mobil dan pejalan kaki. Kini, baliho tersebut masih dievakuasi dengan menggunakan kendraan derek supaya tidak mengganggu pengguna jalan," kata Camat Cigalontang, Maman Faturohman, Selasa (3/12).

Maman mengatakan, kejadian tersebut sangat kebetulan setelah melintas di jalan Nasional melihat kondisi robohnya baliho tersapu angin kencang dan kejadian itu tidak menimbulkan korban namun masyarakat harus waspada. Karena, awal musim penghujan biasanya bisa mengakibatkan banyaknya bencana seperti longsor, banjir, pergerakan tanah dan angin kencang.

"Untuk sekarang ini dipastikan tidak adanya korban jiwa setelah robohnya baliho, namun para pengendara harus waspada terutamanya di jalur Tasikmalaya arah Bandung selama ini rawan longsor mengingat banyak perbukitan. Hujan sekarang memang belum merata setiap wilayah, dan jika sudah merata harus waspada dan siaga," ujarnya.

Sementara itu, sedikitnya sembilan rumah di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru,Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, rusak akibat angin kencang, Senin (2/12) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sembilan rumah itu berada di lokasi yang sulit dijangkau karena berada lereng gunung.

Kepala Desa Basoka, Ahmad Suhdi, mengatakan kawasan yang diterjang angin kencang merupakan kawasan yang jarang penduduk di lereng Gunung Togel yangberada di perbatasan antara Kecamatan Rubaru dan Lenteng.

"Lokasi itu memang jarang penduduk. Meski yang diterjang angin ada di satu dusun, tapi rumah yang rusak untuk sementara waktu hanya sembilan rumah. Kami masih melakukan pendataan," katanya.

Sebagian besar rumah itu mengalami kerusakan di bagian atap, akibat dihempas angin atau tertimlpa dahan pepohonan yang patah.

"Tidak ada korban yang mengungsi. Karena meski mengalami keruskan, rumah mereka masih bisa ditempati meski dengan kondisi darurat," katanya. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More